Raup Keuntungan Rp30 Juta, Polisi Amankan Pembuat Tahu Formalin

fin.co.id - 02/02/2022, 22:41 WIB

Raup Keuntungan Rp30 Juta, Polisi Amankan Pembuat Tahu Formalin

Pelaku pembuat tahu berformalin yang berhasil diungkap Polres Subang. Foto: pasundanekspres.co

SUBANG, FIN.CO.ID -- Seorang pelaku pembuat tahu berformalin asal Kelurahan Sukamelang, Subang berhasil diamankan polisi.

Sejak Tahun 2019, pelaku sudah memproduksi tahu berformalin. Per hari bisa menghasilkan 9-10 kwintal tahu berformalin.

Dalam sebulan, pelaku bisa meraup keuntungan Rp30 juta.

(BACA JUGA:Istri Izin ke Kantor, Tapi Bohong, Suami Bakar Kantor Istri)

Tahu berbahan pengawet tersebut, diedarkan di tiga wilayah, dipasarkan di Cirebon, Majalengka dan Purwakarta.

Tahu berformalin produksi Subang itu, berhasil diungkap jajaran Sat Reskrim Polres Subang.

Dari hasil penyelidikan, tahu berformalin diproduksi di sebuah rumah di Kelurahan Sukamelang, Kabupaten Subang.

(BACA JUGA:Menolak Ditahan, Ajak Massa Tahanan Serbu Bobol Pintu Gerbang, 19 Napi Kabur)

Dilansir pasundanekspres.co, pengungkapan tahu berformalin tersebut diumumkan lewat Press Conference Satreskrim Polres Subang, Rabu, 2 Februari 2022.

“Dari hasil penyelidikan itu, ditemukan pelaku usaha berinisial PTN 30 tahun yang membuat tahu diduga menggunakan formalin,” papar Kapolres AKBP Sumarni di halaman Mapolres Subang.

Sumarni menambahkan, PTN sudah memproduksi tahun berformalin sejak 2019.

(BACA JUGA:Sehari Nginap, Turis Wanita Asal Amerika Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi Vila)

Dari hasil pengakuan pelaku, pembuatan tahu berformalin dilakukan dengan cara direbus.

“Formalin direbus, lalu hasil rebusannya dicampur ke adonan tahu,” ucap Sumarni.

Alasan penggunaan formalin, menurut pelaku, agar tahu lebih awet dan tidak mudah basi, sehingga bisa menghemat ongkos produksi.

Admin
Admin
Penulis

Penulis senior di FIN.CO.ID dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri media. Spesialis dalam meliput dinamika dunia Sepak Bola dan inovasi Teknologi. Konsisten menyajikan analisis mendalam dan berita terpercaya sejak bergabung pada 2019.