Sam Poo Kong, Klenteng Bersejarah yang Merefleksikan Perjalanan Laksamana Cheng Ho di Indonesia

Sam Poo Kong, Klenteng Bersejarah yang Merefleksikan Perjalanan Laksamana Cheng Ho di Indonesia

Patung besar Laksamana Zheng He (Cheng Ho) di komplek Klenteng Sam Poo Kong, Semarang-Sigit Nugroho-FIN.CO.ID

SEMARANG, FIN.CO.ID - Laksamana Zheng He (Baca: Cheng Ho), merupakan sosok Tionghoa muslim yang dikenal sebagai seorang penjelajah. Zheng He sempat 7 kali singgah di Indonesia dan meninggalkan banyak sejarah di tempat-tempat yang ia singgahi. 

Salah satu sejarah yang ia tinggalkan yakni Klenteng Sam Poo Kong di Kota Semarang. Klenteng Sam Poo Kong sendiri terletak di Jl. Simongan No. 129, Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sejarah Klenteng Besar Sam Poo Kong Kota Semarang dimulai ketika kapal ekspedisi Laksamana Zheng He memutuskan untuk berhenti di pantai Simongan pada tahun 1416.

(BACA JUGA:Yuk Piknik, Wisata Ke 5 Destinasi Ini Ada Paket Bundling Dari Garuda)

Sebuah klenteng yang dibangun untuk didedikasikan kepada Laksamana Zheng He. Dalam dialek Kanton, Sam Poo Kong atau San Bao Dong dalam dialek Cina berarti gua San Bao.

Sejarah Klenteng Sam Poo Kong Dalam buku Muslim China di Jawa Abad XV dan XVI: antara Historis dan Mitos oleh H. J. de Graaf, Klenteng Sam Poo Kong didirikan pada tanah seluas luas 3,2 hektar dan memiliki 5 bangunan. 

Kelenteng ini didirikan sebagai penghormatan Laksamana Zheng He, yang singgah di Semarang dalam perjalanannya menyebarkan perdamaian.

(BACA JUGA:Lava Tour Merapi, Destinasi Wajib Bagi Penyuka Adrenalin di Yogyakarta)

Laksamana Zheng he sendiri merupakan laksamana muslim yang diutus Kerajaan Ming dalam beberapa ekspedisi laut ke Kepulauan Selatan.

Berdasarkan buku  karangan Liem Thian Joe yang berjudul Riwajat  Semarang: dari Djamanja Sam Poo sampe Terhapoesnja Kongkoan, Zheng He dilahirkan di Yunnan pada tahun 1371 Masehi, tepatnya di desa He Dai, Kabupaten Kunyang, Provinsi Yunnan. 

Sejarawan Edward L. Dreyer menjelaskan dalam buku Zheng He: China and the Oceans in the Early Ming, bahwa Zheng He memiliki nama asli Ma He dan lahir dalam keluarga Muslim. Ia kemudian mengadopsi nama keluarga Zheng yang diberikan oleh Kaisar Yung Lo sehingga menjadi Zheng He. 

(BACA JUGA:Kerennya Mandalika, Surga Wisata Bagi Pecinta Pantai dan Penikmat Balapan)

Pada masa pemerintahannya, Kaisar Yung Lo mengerahkan armadanya kurang lebih 208 kapal yang seluruhnya dapat menampung 28.000 orang. Kapal-kapal tersebut mengarungi samudera selama 28 tahun dalam 7 kali pelayaran. Setiap pelayaran memakan waktu 2 tahun. 

Sumber: