Mesin Penyemprot Disinfektan Trouble

Mesin Penyemprot Disinfektan Trouble

PURWOKERTO - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas telah memulai penyemprotan disinfektan pada tempat-tempat umum seperti terminal dan pasar tradisional. Kendala dalam penyemprotan, salah satunya pada troublenya mesin penyemprot disinfektan. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Banyumas, Agus Nugroho, S.Ip, M.Kes mengatakan pihaknya tidak hanya menyiapkan satu mesin penyemprot disinfektan sehingga ketika satu alat trouble langsung bisa ditukar dengan alat yang lainnya di kantor. Untuk penyemprotan di wilayah pasar dilakukan di Pasar Manis, Jumat (20/3) setelah sebelumnya di Terminal Purwokerto. "Kami memilih waktu di pagi hari agar bisa sekaligus melakukan penyuluhan terkait Covid-19," katanya ketika ditemui Radarmas di Pasar Manis. Agus menjelaskan Dinas Kesehatan Banyumas menggandeng Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Banyumas dalam melakukan penyuluhan kepada pengunjung dan pedagang Pasar Manis. IAKMI Banyumas berpartisipasi dalam pencetakan brosur yang langsung dibagikan kepada masyarakat usai mencuci tangan dengan alat yang sudah disiapkan di pintu masuk pasar. Sementara penyuluhan di dalam pasar disampaikan melalui pengeras suara oleh Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Imam Subagyo ST M.Si. "Justru yang tidak kalah penting menurut saya pada penyuluhannya. Bagaimana masyarakat semakin sadar dan memahami pentingnya PHBS," tegas dia. Dirinya memastikan penyemprotan yang dilakukan telah seizin dari Dinperindagkop Banyumas dan Kepala UPTD pasar setempat. Permintaan dari pihak pasar penyemprotan dilakukan pada siang hari. Namun dengan pertimbangan penyemprotan dilakukan bersamaan dengan penyuluhan maka pagi hari dirasa menjadi waktu yang tepat karena pasar lebih ramai pengunjung. "Dimulai dari bagian luar dulu yang kami sterilkan. Keliling seluruh sudut pasar. Untuk penyemprotan selanjutnya menunggu instruksi," pungkas Agus. (yda)

Sumber: