Masyarakat yang Sedang Cari Kerja Didorong Miliki Kartu Pra Kerja

Masyarakat yang Sedang Cari Kerja Didorong Miliki Kartu Pra Kerja

MAGELANG SELATAN - Masyarakat Kota Magelang terutama yang tengah mencari pekerjaan didorong untuk mengikuti program "Kartu Pra-Kerja" yang dicanangkan pemerintah pusat. Program ini merupakan bantuan biaya pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Gunadi Wirawan menjelaskan, secara umum sasaran penerima program ini adala warga negara Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas dan sedang tidak sekolah/kuliah. Akan tetapi, untuk merespons pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19), program ini juga diprioritaskan bagi pekerja dan pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak. Kemudian, orang yang sudah bekerja, karyawan dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) juga diprioritaskan mendaftar program Kartu Pra-Kerja. Gunadi menyebutkan, di Kota Magelang tercatat ada 20 orang yang di-PHK dan 146 orang karyawan yang dirumahkan oleh perusahaan akibat pandemi ini. Karyawan dirumahkan artinya mereka tidak bekerja namun tetap menerima gaji 50-70 persen salama dua pekan ini.

BACA JUGAl: Ekspor Furnitur Terancam Pembatalan

Secara keseluruhan pencaker di Kota Magelang yang terdata by name by address ada sekitar 3.500 orang, lalu alumni pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) yang belum bisa bekerja mandiri ada 400 orang dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. "Kartu prakerja ini dibiayani APBN dengan mekanisme online, kami bertugas untuk menfasilitasi, konsultasi dan sosialisasi kepada pencaker," kata Gunadi, Kamis (16/4). Menurut Gunadi, sejak dibuka pekan lalu, puluhan orang datang ke kantor Disnaker Kota Magelang menanyakan perihal ini. Meski demikian pihaknya tetap menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19, antara lain dengan mengatur jarak tempat duduk, menyediakan hand sanitizer, dan mewajibkan peserta memakai masker. Gunadi memaparkan, pendaftan program ini semua menggunakan mekanisme daring atau online. Pertama, pencaker harus membuat akun Prakerja di situs [www.prakerja.go.id](http://www.prakerja.go.id/). Kedua, calon peserta mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama sekitar 15 menit. Ketiga, bergabung di gelombang pendaftaran yang sedang dibuka. Adapun waktu pendaftaran mulai 11 April 2020 sampai minggu ke-4 November 2020, dengan kuota yang disediakan secara nasional mencapai 164.000. Selanjutnya, calon peserta dapat memilih program pelatihan melalui plaform digital mitra resmi prgram Kartu Prakerja yaitu Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker.

BACA JUGA: Tips Mengelola Stres Saat Diam di Rumah Selama Pandemi

Selain ilmu pelatihan, kata Gunadi, para peserta juga mendapat insentif, yakni insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp600.000 per bulan, selama 4 bulan sehingga totalnya mencapai Rp2,4 juta. Lalu insentif pascapengisian survei evaluasi sebesar Rp50.000 per survei untuk 3 kali survei sehingga totalnya Rp150.000. "Peserta juga memperoleh bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta untuk membeli aneka pelatihan di platform digital. Jadi total peserta menerima manfaat program ini adalah Rp3.550.000 per orang," papar Gunadi. Pada kesempatan yang lain, Wakil Walikota, Windarti Agustina usai mengikuti sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan melalui video conference di Command Center Kota Magelang, ikut mengimbau agar seluruh pencaker di Kota Magelang, khususnya pencaker yang terdampak Covid-19 untuk memanfaatkan peluang yang disediakan pemerintah ini dengan sebaik-baiknya. "Supaya nantiar pada saatnya dapat digunakan untuk berusaha baik itu secara mandiri mengembangkan jiwa enterpreneurnya maupun kembali ke dunia kerja seperti sebelumnya. Dengan soft skill maupun hard skill tambahan yang dia peroleh dari pelatihan-pelatihan yang diperoleh dengan memiliki kartu pra kerja ini, " jelasnya. (wid)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: