Tak Ada yang Salah dengan Moh Salah

Tak Ada yang Salah dengan Moh Salah

LIVERPOOL - Mohammed Salah sempat dikabarkan tak bahagia di Liverpool. Beberapa klub besar seperti Real Madrid dan Barcelona pun, dikaitkan dengan sang pemain. Namun, semua itu dibantah pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Mantan manajer Borussia Dortmund itu, apa yang diklaim Mohamed Aboutrika (sahabat Salah), tidak seperti yang diceritakan. Klopp menegaskan Salah dalam kondisi baik, sebagaimana yang tercermin di training ground. “Tidak ada yang salah dengan mood Mohamed Salah, Kondisinya juga sangat baik saat ini. Itu yang terpenting menurut saya. Jika Anda melihatnya berlatih, akan terlihat seberapa sering ia tertawa,” kata Jurgen Klopp seperti dikutip FIN dari BBC Sport, Jumat (25/12).

BACA JUGA: Muannas Ingatkan Tengkuzul: Jangan Bikin Gaduh, yang Dilaporkan Bukan Mimpi Bertemu Rasulnya

Dengan kondisi tersebut, menurut Klopp sudah bisa dipastikan Salah bahagia dan terserah media mengintepretasikannya. ”Bagaimana kalian (media) menulis ini (itu di luar kendali kami), namun secara internal, tidak ada masalah (dengan salah dan klub),” katanya. Sebelumnya rekan Salah, Mohamed Aboutrika, mengklaim jika Liverpool tengah mempertimbangkan untuk menjual salah satu goal getter-nya tersebut. Menurut pria yang pernah membela kesebelasan asal Mesir, Al Ahly itu, ketidakpercayaan Jurgen Klopp akan Salah untuk melakoni laga Liverpool kontra Midtjylland sebagai kapten, menjadi salah satu akar permasalahan ini.

BACA JUGA: Menteri Sandi Unggah Foto Rapat Perdana, Umar Hasibuan: Sangat Bahagia, Gak Ingat Pendukungnya Dulu

Sementara itu, terkait posisi The Reds di puncak klasemen kali ini, Jurgen Klopp tidak ingin sesumbar jika timnya akan kembali menjuarai kompetisi musiman itu. Perlu diketahui, ini merupakan yang kali ketiga secara berturut-turut bagi Liverpool, memuncaki Liga Inggris sebagai pemuncak Premier League. “Rasanya sangat menyenangkan (Berada di puncak klasemen). Namun itu tidak menjami apa-apa (bahwa kemanangan sudah di tangan). Kami bahkan belum memainkan setengah dari musim ini. Dua musim lalu kami juga di puncak (sebelum Natal 2018) namun pada akhirnya kami tidak memenangkan musim itu. Kualitas lawan-lawan kami (adalah penyebab kegagalan itu), dan kualitas itu (di 2020 ini) masih mereka miliki,” tutupnya. Premier League musim 2018/19 adalah salah satu musim kompetisi yang terberat. Selain Liverpool, Manchester City adalah kontender terberat untuk gelar juara. Liverpool harus merelakan gelar musim itu pada tim arahan Pep Guardiola. Kalah hanya satu poin dari sang rival, 98 berbanding 97, adalah kekalahan terpahit Liverpool di musim itu. (ruf/gw/fin)

Sumber: