Pasca Kericuhan Aksi Unjuk Rasa, Manajemen Arema FC Pertimbangkan Bubarkan Skuad Singo Edan

Pasca Kericuhan Aksi Unjuk Rasa, Manajemen Arema FC Pertimbangkan Bubarkan Skuad Singo Edan

Ilustrasi logo Arema FC.-Screenshot YouTube/Arema FC Official TV-

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pasca terjadinya kericuhan saat aksi unjuk rasa dan perusakan kantor tim Arema FC, manajemen menyatakan akan mempertimbangkan langkah untuk membubarkan skuad berjuluk Singo Edan itu.

Komisaris PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT. AABBI) Tatang Dwi Arfianto mengatakan, keputusan membubarkan tim tersebut akan dilakukan jika situasi tidak kondusif.

BACA JUGA:9 Pemain Mudanya Dipanggil Timnas, Pelatih Persija Thomas Doll: Kami Keberatan, Ini Tidak Mudah Bagi Tim

BACA JUGA:Menang Tipis 1-0 Atas Persikabo 1973, Persija Jakarta Kembali ke Puncak Klasemen

"Manajemen Arema FC akan pertimbangkan menempuh keputusan bubar jika memang dianggap tidak kondusif," kata Tatang, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 30 Januari 2023, dilansir Antara.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang digagas oleh kelompok Arek Malang Bersikap pada Minggu, 29 Januari 2023 sekitar pukul 11.30 WIB berakhir ricuh.

Akibatnya, kantor Arema FC di Jalan Mayjend Panjaitan Nomor 42, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mengalami kerusakan.

Massa aksi yang menggunakan pakaian serba hitam itu melempar batu ke arah Kandang Singa yang juga sekaligus official store Arema FC.

BACA JUGA:Meski Berdampingan di Tribun Stadion, Suporter The Jak dan Kabo Mania Kampanyekan Persahabatan

Official store Singo Edan mengalami kerusakan cukup parah. Akibat kejadian itu, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Tatang menjelaskan, terkait dengan kejadian itu, manajemen dan direksi akan melakukan pertemuan untuk membicarakan langkah-langkah yang akan ditempuh.

Jika dirasa Arema FC mengganggu kondusifitas Kota Malang, ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensi Arema FC.

"jika dirasa Arema FC ini dianggap mengganggu kondusifitas, tentu ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensinya atau seperti apa. Tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak (untuk pengambilan keputusan)," katanya.

BACA JUGA:Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Persis Dilarang Masuk ke Stadion Persita Seumur Hidup!

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Sumber: