Akademisi Puji Gagasan Erick Thohir Jika Jadi Ketum PSSI: Jadikan Jepang Role Model Sepak Bola Indonesia

Akademisi Puji Gagasan Erick Thohir Jika Jadi Ketum PSSI: Jadikan Jepang Role Model Sepak Bola Indonesia

CEO Rans Nusantara FC Raffi Ahmad (kanan) mendukung Menteri BUMN Erick Thohir sebagai calon Ketua Umum PSSI Periode 2023 - 2027 karena dinilai sebagai sosok yang memiliki nyali untuk membenahi sepak bola Indonesia. --

JAKARTA, FIN.CO.ID- Pemerhati sepak bola nasional yang juga akademisi Universitas Mercubuana Inggar Saputra mendorong para calon Ketua Umum PSSI untuk menyampaikan gagasannya terkait masa depan sepak bola Indonesia.

Sebab, publik berhak tau apa isi kepala mereka dan apa yang akan mereka lakukan ketika terpilih. 

"Ini era sepak bola Indonesia untuk rakyat, bukan segelintir elite PSSI saja. Maka kita perlu tau gagasan dan rencana strategis mereka ketika terpilih jadi Ketum nanti," kata Inggar kepada wartawan, Rabu 25 Januari 2023.

BACA JUGA:Pengamat Yakin Erick Thohir Punya Nyali Bersihkan PSSI: Wujudkan Revolusi Sepak Bola Indonesia

Inggar melihat tradisi kandisasi PSSI selama ini hanya soal 'berebut voters' semata, sehingga tidak menyentuh wilayah substansi terkait pokok masalah apa saja yang melanda sepak bola Indonesia. 

"Pasca tragedi Kanjuruhan, semua mata berderai air mata memandang ibah wajah sepak bola Indonesia. Ini bukan hanya  sebatas olah raga atau hiburan, melainkan juga kemanusiaan. Sehingga harus dipahami oleh elite PSSI, publik perlu diajak bicara menentukan nasib sepak bola Indonesia ke depan," terangnya. 

Inggar memuji Caketum PSSI Erick Thohir yang sudah memulai wacana dan membuka ruang diskursus dengan merancang roadmap jangka panjang sepak bola Indonesia. Yaitu, menjadikan Jepang sebagai role model sepak bola nasional.

BACA JUGA:Erick Thohir Rajai Polling Kandidat Ketum PSSI, Dukungan Mengalir Deras!  

Rencana Erick Thohir menjadikan Jepang sebagai role model, lanjut Inggar, sangat tepat dalam memajukan sepak bola Indonesia ke depan. Pasalnya, Jepang saat ini menjadi salah satu negara Asia yang bisa berbicara banyak di kanca sepak bola dunia. 

“Bagus, bagus sebenarnya nggak hanya Jepang ya, maksudnya kita lihat raksasa Asia sekarang kan Jepang, Arab Saudi dan Korea Selatan. Tapi kenapa saya kira Pak Erick Thohir ini bicara Jepang karena memang budaya Jepang itu dari liga 1 sampai liga 3-nya berjalan dengan baik, manajemen rapih dan profesional,” ucapnya.

“Kita juga lihat orang seperti Keisuke Honda, Hidetoshi Nakata dan banyak pemain Jepang yang bermain di liga Italia. Artinya, mungkin Pak Erick melihat kondisi Jepang itu memang bolanya lebih maju, pembinaan sepak bola berjalan, dikembangkan secara profesional secara bisnis dan lain-lain. Nggak pernah ada kasus kayak Kanjuruhan, bagus model-model kaya Jepang itu bagus sebagai salah satu contoh di Asia,” jelasnya.

BACA JUGA:Berkunjung ke Sanur, 'Chemistry' Megawati dan Erick Thohir Dinilai Kian Erat

Inggar pun meyakini betul, ke depan pemain-pemain muda Indonesia bisa berkembang lewat tangan Erick Thohir, dimana bisa memfasilitasi pemain-pemain muda Indonesia bermain di klub-klub usia dini Eropa. 

“Jadi kalau Pak Erick nanti sampai jadi ketua PSSI peluang internasionalisasi pemain itu lebih terbuka, kalau sekarang kankita lihat ada pemain bagus Asnawi main di liga 2 Korea. Nanti kalau Erick Thohir naik bisa jadi pemain Indonesia U-16 bisa main di Juventus usia 18, Real Madrid usia 20 itu pulangnya sangat besar karena Pak Erick punya jaringan itu,” ungkapnya.

Sumber: