Warning! Omicron Varian BF.7 yang Bikin Lonjakan Covid-19 di China Sudah Masuk Indonesia di 3 Provinsi Ini

Warning! Omicron Varian BF.7 yang Bikin Lonjakan Covid-19 di China Sudah Masuk Indonesia di 3 Provinsi Ini

Ilustrasi varian Omicron-screenshoot-thehealthsite

JAKARTA, FIN.CO.ID - Warning atau peringatan buat masyarakat Indonesia.

Virus Covid-19 Omicron varian BF.7 telah masuk di Indonesia.

Omicron BF.7 ini merupakan varian yang memicu lonjakan kasus Covid-19 di China dan beberapa negara lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Indonesia sudah terdeteksi pasien yang terpapar Omicron BF.17.

BACA JUGA:Vaksin Bivalen Dianggap Mampu Tanggulangi Covid-19 Varian Lama dan Omicron, Begini Penjelasannya

BACA JUGA:Gegara Subvarian Omicron XBB, Mendagri Perpanjang PPKM Lagi

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut hingga Jumat, 30 Desember 2022, tercatat sudah ada 15 kasus pasien yang terpapar Covid-19 sub varian Omicron BF.7.

"Sembilan kasus di antaranya transmisi lokal. Sisanya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri (importasi)," katanya, Jumat, 30 Desember 2022.

Nadia merinci temuan sub varian Omicron yang memicu lonjakan kasus di China dan sejumlah negara lainnya itu dilaporkan dari DKI Jakarta tujuh kasus, Jawa Barat satu kasus dan Bali tujuh kasus.

Hingga saat ini Kemenkes terus memonitor fluktuasi kasus BF.7 melalui kegiatan surveilans genomik dari masyarakat yang mengalami kontak erat dengan para pasien.

BACA JUGA:Covid-19 Omicron XBB Belum Usai Muncul Lagi Sub Varian XBB.1, Pemerintah: Waspada Tapi Jangan Panik

BACA JUGA:Kemenkes Umumkan Tiga Kasus Konfimarsi Omicron XBB, Gejalanya Begini

"Perkembangannya sementara ini melalui pengawasan di sejumlah pintu masuk yang telah diperketat, surveilans genomik untuk monitor kasus," katanya.

Nadia mengimbau masyarakat yang tengah beraktivitas libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 agar mengikuti aturan Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 24 dan 25 tentang Pelaku Perjalanan Dalam dan Luar Negeri untuk mencegah risiko penularan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Sumber: