Obat Kebotakakan Dini Ini Sudah Diakui Khasiatnya oleh FDA

Obat Kebotakakan Dini Ini Sudah Diakui Khasiatnya oleh FDA

Obat Kebotakan dini Sudah Diakui, Image oleh 22219565 dari Pixabay --

JAKARTA, FIN.CO.ID - Obat kebotakan dini adalah yang sedang Anda cari saat ini.

Namun sebelum mengarah ke obat kebotakan dini, mari kita kenali dulu penyebab kebotakan.

Pada kebanyakan kasus rambut rontok atau kebotakan, disebakan oleh masalah genetika, yang merupakan keturunan dalam riwayat keluarga. 

BACA JUGA:Bahaya Mewarnai Rambut terhadap Kesehatan, dari yang Ringan hingga Kanker

Namun tahukah Anda, pada kasus lainnya, kebotakan atau rambut rontok dapat disebabkan masalah kesehatan tertentu, yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh seseorang. 

Dinamakan alopecia, adalah sebuah kondisi di mana sistem imune manusia, justru malah menyerang folikel rambut penderitanya. 

Efeknya, adalah kebotakan, akan tetapi tidak merata, melainkan hanya pada bagian-bagian tertentu saja. 

Dampak yang disebabkan oleh kondisi yang tidak dapat diprediksi ini, menurut Men’s Health, efeknya sangatlah bervariasi antar penderita satu dan lainnya. 

BACA JUGA:Penyakit Autoimmune yang Sebabkan Kebotakan

Penyakit autoimmune yang belum ada obatnya ini, dapat terjadi di sepanjang usia penderitanya, namun pada kasus lain, juga dapat hilang dengan sendirinya.

Oke, sekarang kembali pada obat kebotakan dini.

Menurut ahli, via HelloSehat, ada dua jenis obat kebotakan dini yang bisa dikonsumsi orang dan sudah tersedia di pasaran.

Menurut HelloSehat, dua jenis obat kebotakan dini ini sudah diakui dan dinyatakan aman oleh Badan POM AS, yaitu FDA.

Nama obat kebotakan dini ini adalah Minoxidil dan Finasteride.

Namun ahli mengingatkan, bahwa untuk merasakan hasil obat kebotakan dini, kesabaran adalah kuncinya.

Mengapa demikian, karena obat kebotakan dini ini baru menunjukan efeknya setelah kurang lebih satu tahun di gunakan.

Cara Mengatasi Kebotakan

Bicara mengatasi kebotakan, maka transplantasi rambut adalah salah satu solusi orang yang mengalami kebotakan.

Namun yang mungkin tidak disadari orang yang baru atau akan melakukan transplantasi rambut, adalah risiko dibalik proses ini.

Menurut ahli, via Halodoc, kebanyakan orang memang bisa kembali beraktifitas hanya beberapa hari setelah operasi.

Akan tetapi yang perlu disadari adalah bahwa rambut yang belum lama ditranplantasi itu, akan rontok antara 2 hingga 3 minggu setelah operasi.

Namun jangan khawatir, rambut yang rontok ini sebenarnya akan membuka jalan bagi pertumbuhan rambut yang baru.

Namun yang perlu disadari juga di sini, adalah dibutuhkan kesabaran untuk orang bisa melihat hasilnya.

Menurut ahli, setidaknya butuh delapan hingga dua belas bulan, bagi seseorang untuk melihat pertumbuhan rambut baru yang dimaksud.

Dokter pun biasanya akan meresepkan obat penumbuh rambut, yang tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan rambut.

Dan tidak hanya mempercepat proses pertumbuhan rambut baru, obat penumbuh rambut ini sekaligus berfungsi untuk menghentikan kerontonkan rambut di kemudian hari.

Transplantasi rambut sendiri disebut sebagai pilihan terbaik untuk mengatasi kebotakan.

Yang menjadi kelemahan prosedur ini adalah harga perawatannya yang terbilang mahal.

Dan ketika bicara risiko kegagalan, transplantasi rambut disebut memiliki risiko kegagalan yang paling rendah, jika dibandingkan jenis operasi lain untuk mengatasi kebotakan.

Demikian info obat kebotakan dini dan solusi tranplantasi rambut.

Sumber: