Keputihan saat Hamil, Normal atau Tidak?

Keputihan saat Hamil, Normal atau Tidak?

Keputihan saat Hamil, Ilustrasi oleh Natalia Lavrinenko oleh Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Keputihan saat hamil, apakah hal ini normal atau tidak?

Menurut ahli, via Alodokter, keputihan saat hamil bisa saja dibilang sebagai hal yang normal.

Akan tetapi ada catatannya.

BACA JUGA:Bedanya Keputihan yang Normal dan Abnormal, Ladies Harus Tau

Keputihan saat hamil dibilang normal selama cairan yang dikeluarkan adalah berwarna bening atau agak berwarna putih.

Keputihan saat hamil terbilang normal jika keputihan yang terjadi, tidak berbau menyengat.

Lalu apa tanda keputihan saat hamil yang dibilang tidak normal?

Menurut Alodokter, tanda keputihan saat hamil tidak normal jika cairan yang keluar berwarna hijau atau kekuningan.

Lainnya, tanda keputihan saat hamil tidaklah normal apabila berbau tidak sedap, disertai darah, dan rasa gatal atau nyeri pada Miss V.

Pada kasus yang seperti ini, bumil sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Demikian penjelasan keputihan saat hamil, yang normal dan perlu mendapatkan penanganan dokter.

Cara Mengatasi Keputihan dengan Daun Sirih Merah

Menurut studi yang dirilis pada jurnal the effect of using red betel leaves (piper crocatum) for vaginal discharge among fertile age women (faw), via Halodoc, air rebusan daun sirih merah adalah salah satu cara mengatasi.

Cara mengatasi keputihan dengan daun sirih merah ini, adalah dengan merebus 3-4 lembar daun sirih merah, dengan takaran dua gelas air, dan direbus 10 hingga 15 menit, diminum dengan suhu normal, air rebusan daun sirih merah punya benefit yang dimaksud di atas.

Terkait bau tak sedap yang dikeluarkan oleh Miss V, air rebusan daun sirih merah ini, digunakan dalam suhu normal, dapat mengatasi kondisi yang disebabkan oleh Bacterial vaginosis itu.

Namun ingat, penggunaannya tidak bisa dalam jangka panjang. Jika tidak kunjung membaik, maka konsultasi ke dokter spesialis sangatlah dianjurkan.

Untuk keputihan saat hamil, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan terkait cara penangannnya.

Sumber: