Stok Vaksin COVID di Bangka Belitung Masih Cukup

Stok Vaksin COVID di Bangka Belitung Masih Cukup

Stok vaksin COVID di Bangka Belitung masih cukup, Ilustrasi oleh cromaconceptovisual dari Pixabay --

PANGKALPINANG, FIN.CO.ID - Stok vaksin COVID di Bangka Belitung masih cukup.

Demikian ungkap Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dinkes Bangka Belitung menyatakan bahwa stok vaksin COVID mencapai 5.381 dosis.

BACA JUGA:Vaksin Booster Kedua Lansia Kota Tangerang Dimulai, Cek Jadwal dan Syaratnya di Sini

Dosis tersebut diklaim masih cukup untuk mendukung kegiatan vaksinasi ketiga menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

"Saat ini ketersediaan vaksin masih cukup untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster," kata Kepala Dinkes Provinsi Kepulauan Babel dr Andri di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan sebanyak 5.381 dosis vaksin COVID-19 tersebut tersebar di Kabupaten Bangka 1.542 dosis, Belitung Timur 1.374 dosis, Kota Pangkalpinang 646, Provinsi Kepulauan Babel 600 dosis.

Lainnya di Bangka Barat 594 dosis, Belitung 336, Bangka Selatan 193 dosis dan Bangka Tengah 78 dosis.

"Saat ini pelayanan vaksinasi lebih difokuskan di puskesmas-puskesmas di kabupaten/kota, guna memudahkan masyarakat mendapatkan vaksinasi penguat tersebut," sebutnya.

Menurut dia, menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali membuka pelayanan vaksinasi.

Beberapa tempat seperti pusat-pusat keramaian, di antaranya bandara, pelabuhan, terminal dan posko-posko pengamanan Natal dan tahun baru ini, adalah yang dimaksud.

"Kami berharap dengan adanya posko vaksinasi ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi, sehingga dapat mencegah dan menekan kasus penularan virus corona selama liburan Natal dan tahun baru ini," jelasnya.

Ia menyatakan vaksinasi merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menangani laju perkembangan dan penyebaran virus corona, disamping strategi dan kebijakan lainnya.

"Pemberian vaksinasi ini untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai kekebalan kelompok, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh dan menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi," demikian Andri.

Sumber: