Kowad Letda Grace Ngaku Diperkosa Padahal Suka Sama Suka, Begini Penjelasan Psikolog..

Kowad Letda Grace Ngaku Diperkosa Padahal Suka Sama Suka, Begini Penjelasan Psikolog..

Mayor Inf Bagas Firmasiaga dan Letda Caj (K) Grace Ersi Rooman -dok-

JAKARTA, FIN.CO.ID- Kasus asusila yang dilakukan oleh Kowad Letda Grace Ersi Rooman dan Mayor Inf Bagas Firmasiaga disebut sebagai 'relabelling'.

'Relabelling' adalah relasi seks yang sesungguhnya konsensual diubah narasinya menjadi kejahatan seksual.

Demikian hal ini disampaikan oleh Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel. 

"Kalau bukan kejahatan seksual, lalu apa penjelasannya? Jenisnya adalah 'relabelling'," kata Reza dalam keterangannya, di Jakarta, dilansir Sabtu 10 Desember 2022.

BACA JUGA:Skandal Mayor Paspampres Kowad Kostrad: Ngaku Diperkosa, Letda Caj Grace Ersi Rooman Ternyata Terlibat...

Dalam kasus ini, awalnya dilaporkan sebagai kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Mayor Inf Bagas Firmasiaga kepada Letda Grace Ersi Rooman di sebuah Hotel di Bali. 

Namun dalam perkembangannya, terdapat fakta-fakta yang menunjukan bahwa kasus tersebut atas dasar suka sama suka. Sehingga kasus itu dikenakan kasus asusila. Bukan pemerkosaan. 

"Serupa pengamatannya terhadap kasus Putri Candrawathi dan kasus di Jombang yang juga merupakan "false accusation" (tuduhan palsu atau tidak berdasar) berjenis "relabelling", masih kata Reza Indragiri Amriel. 

BACA JUGA:Skandal Mayor Paspampres Kowad Kostrad: Letda Caj Grace Ersi Rooman Dilantik Jokowi di Istana 13 Juli 2021

Menurut dia, mengapa perempuan yang melakukan relabelling? Jawabannya adalah, misalnya, sebagai ekspresi dendam, menutupi aib, menyelubungi perasaan bersalah, dan menghindari amarah pasangan.

"Relabelling sebagai bentuk 'false accusation' memunculkan keinsafan, khususnya diri saya bahwa keberpihakan kepada korban tetap tidak seharusnya memunculkan sikap apriori," katanya.

Relabelling ini, lanjut Reza, kejadian diyakini adalah sama persis seperti yang disampaikan orang yang mengaku sebagai korban bahwa orang mengaku sebagai korban sama sekali tidak mungkin berbohong.

BACA JUGA:Se-Indonesia Diprank! Mayor Inf Bagas Firmasiaga-Kowad Letda Caj Grace Ersi Rooman Ternyata Sering 'Wikwik'

Demikian pula implisit bias yang menganggap bahwa jenis kelamin tertentu pasti pelaku dan jenis kelamin lainnya pasti korban, papar dia.

Sumber: