Beredar Kabar Erupsi Gunung Semeru Bisa Picu Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG

Beredar Kabar Erupsi Gunung Semeru Bisa Picu Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG

Gunungapi Semeru terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG) dan indikator yang lain pada haru ini, Minggu (4/12).--

JAKARTA, FIN.CO.ID- Beredar pesan berantai di media sosial yang menyebutkan bahwa erupsi gunung Semeru bisa menyebabkan tsunami. 

Menanggapi kabar itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) angkat bicara. 

PVMBG memastikan bahwa kabar erupsi Gunungan Semeru bisa menyebabkan tsunami adalah hoaks atau tidak benar. 

"Kabar yang beredar bahwa erupsi Semeru dapat menyebabkan tsunami adalah tidak benar," tulis PVMBG dalam akun twitter yang diunggah pada Ahad pukul 19.41 WIB.

BACA JUGA:Luncuran Awan Panas Erupsi Semeru Akibatkan 1.979 Jiwa Mengungsi

Dijelaskan bahwa awan panas guguran Gunung Semeru menjangkau kurang lebih 13 kilometer ke arah tenggara dan tidak sampai ke laut.

"Dampak erupsi saat ini adalah abu vulkanik yang dapat mendampak bagian barat daya, barat, dan selatan Gunung Semeru," katanya. 

PVMBG juga menyebutkan bahwa informasi mengenai aktivitas Gunung Api Semeru terkini dapat diperoleh melalui aplikasi/Website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram pvmbg_)

BACA JUGA:Sulit Diprediksi, Gunung Semeru Meletus Setiap Tanggal 4 Desember di Dua Tahun Terakhir

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang Joko Sambang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan informasi yang tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunung Semeru.

"Kami imbau masyarakat mengikuti arahan dari instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BPBD di daerah," katanya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengimbau masyarakat tidak panik dengan isu hoaks pascaerupsi Gunung Semeru yang disertai Awan Panas Guguran (APG) yang terjadi di lereng Gunung Semeru.

BACA JUGA:Status Gunung Semeru Level IV Menjadi ‘Awas’ Luncuran Awan Panas Sejauh 19 Kilometer

"Saya meminta masyarakat yang berada di posko pengungsian untuk tidak mudah percaya terhadap informasi bohong yang disebarkan oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Sumber: