Ukraina dan Amerika Serikat Bicara Lewat Telepon, Bahas Situasi Garis Depan Perang dengan Rusia

Ukraina dan Amerika Serikat Bicara Lewat Telepon, Bahas Situasi Garis Depan Perang dengan Rusia

Penarikan pasukan Rusia dari Kota Kherson, Ukraina. (disway)--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pembantu presiden Ukraina Andriy Yermak berbicara melalui telepon dengan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan.

Pembicaraan Ukraina dan AS untuk membahas situasi di garis depan perang dengan Rusia, serta paket bantuan musim dingin untuk Kiev.

BACA JUGA:Kasus Tambang Ilegal di Kaltim Seret Kabareskrim, KPK Bakal Periksa

"Yermak memberi tahu lawan bicaranya tentang situasi operasional di garis depan, serta tentang kemungkinan tindakan Rusia, yang direncanakan untuk melanjutkan teror terhadap penduduk sipil Ukraina," kata kantor kepresidenan Ukraina dalam pernyataannya.

Menurut pernyataan tersebut, Yermak dan Sullivan juga membahas pemberian dukungan kemanusiaan ke Ukraina untuk memastikan upaya negara tersebut melewati periode musim dingin.

Yermak juga berterima kasih kepada AS atas dukungannya terhadap inisiatif Grain from Ukraine, yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu (26/11).

“Kepala Kantor Kepresidenan menekankan bahwa pelaksanaan inisiatif ini akan membantu negara-negara di Afrika dan Asia, yang berada di ambang kelaparan akibat pemblokiran rute ekspor makanan Ukraina oleh Rusia,” ujar kepresidenan Ukraina.

BACA JUGA:Fakta Baru, Ferdy Sambo Tertawa Gegara Salah Senjata Usai Terbunuhnya Yosua

Lebih lanjut, Yermak berterima kasih kepada Sullivan, Presiden AS Joe Biden, Kongres AS, dan warga Amerika karena mendukung Ukraina dalam perjuangan untuk kebebasan, keadilan, dan masa depan yang aman bagi semua negara di dunia.

Pada Selasa (29/11), AS mengumumkan bantuan senilai 53 juta dolar (sekitar Rp832,3 miliar) bagi Ukraina untuk membantu negara yang dilanda perang itu melalui musim dingin yang diperkirakan lebih buruk daripada biasanya karena dipengaruhi serangan Rusia terhadap infrastruktur energi penting Ukraina.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bantuan tersebut akan diperuntukkan bagi menyediakan peralatan yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan energi Ukraina yang rusak atau hancur akibat serangan Rusia.

Sejak Rusia memulai perangnya melawan Ukraina pada Februari, infrastruktur energi Ukraina telah menjadi sasaran serangan Rusia.

Serangan Rusia meningkat secara dramatis setelah ledakan pada 8 Oktober merusak Jembatan Kerch yang menghubungkan negara itu dengan semenanjung Krimea, yang dianeksasi secara ilegal oleh Moskow pada 2014.

 

Sumber: