Apa Itu Panic Attack? Cirinya Mirip Serangan Jantung

Apa Itu Panic Attack? Cirinya Mirip Serangan Jantung

Apa itu panic attack, Ilustrasi oleh MaƂgorzata Tomczak dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Apa itu panic attack cukup banyak dicari orang di jagat maya.

Jadi, apa itu panic attack? Panic attack sendiri menurut ahli, adalah rasa takut atau kegelisahan yang muncul secara tiba-tiba.

Orang yang kena panic attack bisa mengalami rasa takut atau gelisah dan berlangsung antara hitungan beberapa menit hingga setengah jam.

BACA JUGA:Ciri Penyakit Jantung di Usia Muda, Jangan Diabaikan agar Tidak Menyesal

Ciri-ciri dari panic attack adalah detak jantung yang bertambah cepat, napas memendek, otot tegang dan badan gemetaran.

Jadi apa itu panic attack? Panic attack merupakan respon tubuh melawan atau menghindar akan situasi atau kondisi bahaya atau genting, melibatkan fungsi otak dan saraf manusia.

Ketika panic attack terjadi, tubuh akan memproduksi adrenalin memicu peningkatan detak jantung, frekuensi napas dan aliran darah ke otot.

Di luar dari respon tubuh untuk menghindari bahaya atau situasi genting, panic attack dapat dipicu oleh kondisi lain.

BACA JUGA:Mengapa Stres Bisa Berubah Jadi Penyakit Jantung Koroner? Jangan Dipendam Yah

Stres, trauma, susah mengendalikan amarah, mood mudah berubah, faktor genetik, makan atau minum minuman berkafein disebut dapat meningkatkan risiko orang alami panic attack.

Berikut ini beberapa ciri-ciri panic attack yang harus dikenali menurut Alodokter.com:

-    Badan berkeringat secara berlebihan
-    Gelisah
-    Takut berlebihan
-    Mulut kering
-    Perut keram
-    Mual
-    Jantung berdebar
-    Sesak napas
-    Otot tegang
-    Telinga berdengung
-    Mules (ingin buang air)
-    Sakit kepala
-    Pusing
-    Pingsan

Karena gejala panic attack mirip dengan serangan jantung, orang yang mengeluhkan beberapa hal di atas disarankan memeriksakan kondisinya.

Panic attack sendiri masuk dalam kondisi yang bisa diatasi secara mandiri, namun bisa bertambah buruk jika tidak ditangani.

Demikian apa itu panic attack dan ciri-ciri yang menyertainya.

Dada seperti Tertusuk Benda Tajam

Sejak dahulu yang namanya sensasi dada seperti tertusuk benda tajam itu, sering kali dikaitkan dengan gangguan pada jantung.

Namun pada kasus yang seperti ini, beberapa kondisi kesehatan lain juga disebut bisa menyebabkan dada seperti tertusuk.

Menurut dr. Riza Marlina, selain karena gangguan pada jantung, mereka yang mengalami gangguan pada paru-paru juga dapat mengeluhkan dada seperti tertusuk.

Tidak hanya pada dada kiri, sensasi dada tertusuk ini juga bisa muncul di dada bagian kanan.

Akan tetapi jika sensasi dada seperti tertusuk itu juga disertai dengan gejala lain, seperti cemas dan stres berlebih, maka pencetus kondisi ini bisa jadi datang dari hal lain, seperti masalah pencernaan contohnya.

Ya, menurut dr. Riza Marlina, ini merupakan salah satu ciri dari panic attack.

Cara Mengatasi Panic Attack

“Saran saya sebaiknya untuk lebih memastikan kemungkinan penyebab ini, sebaiknya anda melakukan konsultasi ke dokter atau dokter penyakit dalam,” kata dr. Riza Marlina seperti dikutip FIN dari Alodokter.

“Jika disertai dengan rasa stres dan cemas berlebihan, anda bisa konsultasikan hal ini ke psikiater agar anda mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih tepat,” tambahnya.

Punya masalah dengan panic attack, demikian cara mengatasi panic attack.

Stres dan Jantung

Para ahli ini berkesimpulan bahwa kesehatan mental adalah sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan bahwa depresi punya kontribusi pada 15 persen kematian yang disebabkan masalah mental pada manusia.

Saking bahayanya depresi, ahli menempatkan gangguan mental ini, satu tingkat di atas bahaya yang ditebar obesitas dan diabetes.

Sementara bagaimana depresi membunuh orang yang mengalaminya, menurut pendapat ahli bernama dokter Gail Zaltz, salah satunya adalah efek depresi terhadap jantung manusia.

Penyebabnya, adalah terkait produksi hormon kortisol yang dilepaskan tubuh saat seseorang mengalami stres.

Ketika orang stres, maka efeknya adalah perubahan tensi darah, yang dapat berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung.  

Adapun beberapa ciri dari depresi itu sendiri, adalah seperti gangguan tidur, kecemasan, kehilangan napsu makan, emosi yang tak terkontrol dan lainnya.  

Sekian apa itu panik attack, ciri-cirinya, dan beberapa kondisi lain yang bisa dikaitkan dengannya.

Sumber: