Ciri Penyakit Jantung di Usia Muda, Jangan Diabaikan agar Tidak Menyesal

Ciri Penyakit Jantung di Usia Muda, Jangan Diabaikan agar Tidak Menyesal

Ciri Penyakit Jantung di Usia Muda, oleh Gerd Altmann dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Ciri penyakit jantung di usia muda itu seperti apa?

Ya, penyakit jantung tidak hanya dialami oleh mereka yang sudah lansia, namun penyakit jantung juga bisa terjadi di usia muda.

Menurut studi dari American College of Cardiology, penyakit jantung pada usia muda adalah mereka yang berumur antara 40 (atau kurang) hingga 50 tahun.

BACA JUGA:Cara Mengenali Penyakit Jantung Bawaan dan Gejalanya

Jadi, bagaimana ciri penyakit jantung di usia muda itu?

Menurut ahli, via Halodoc, ada beberapa ciri khas penyakit jantung di usia muda.

Dengan mengenali cirinya, potensi orang untuk melakukan perubahan gaya hidup, menjadi penting untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Berikut ini ciri penyakit jantung di usia muda:

1.       Nyeri dada

2.       Nyeri dada yang menyebar ke lengan

3.       Mudah lelah

4.       Mendengkur saat tidur

5.       Alami batuk kronis

Anda masih muda namun menunjukan beberapa ciri di atas, memerksikan kondisi Anda ke dokter sangatlah dianjurkan.

Demikian ciri penyakit jantung di usia muda, yang pantang Anda abaikan.

Usia Pasien Serangan Jantung di Indonesia Lebih Muda

Usia pasien serangan jantung di Indonesia jauh lebih muda, ketimbang usia pasien serangan jantung di AS, Eropa dan Jepang.

Hal ini dingkap dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Siska S Danny, SpJP(K).

"Usia pasien serangan jantung di Indonesia median 57 tahun. Ini jauh lebih muda dibandingkan usia di Amerika atau Eropa antara 60-65 tahun,” kata dr. Siska S Danny, SpJP(K).

“Di Jepang, malah lebih tua lagi," ungkapnya dalam acara onlin ebertajuk “Cardiovascular medicine in 2022 and beyond: Adaptive, personalized and evidence-based”.

Alasan mengapa pasien serangan jantung di Indonesia lebih muda dari Amerika, Eropa dan Jepang lanjut dia, adalah dikarenakan faktor risiko pasien di Indonesia juga tinggi.

Dan yang manjadi alasan tingginya faktor risiko pasien jantung di Indonesia ini sambungnya, adalah salah satunya terkait kebiasaan merokok.

Merujuk data pasien-pasien serangan jantung mencakup sembilan provinsi pada 2018-2019, sebanyak 65 persen pasien serangan jantung adalah perokok.

"Ini sesuai dengan data nasional bahwa proporsi perokok di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di dunia," kata dia.

Tak hanya itu, sebanyak 51 persen pasien serangan jantung di Indonesia juga mengalami hipertensi dan 27 persen diabetes.

Telur Bebek Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Telur bebek punya rasa yang unik di lidah manusia. Selain nikmat, ia juga punya benefit untuk kesehatan.

Namun tahukah Anda, telur bebek bukanlah konsumsi semua orang, khususnya mereka dengan kondisi tertentu.

Menurut ahli seperti dilansir Healthline, mereka dengan penyakit jantung dan diabetes tidak dianjurkan makan telur bebek.

Hal ini sendiri, terkait dengan kandungan kolin yang ditawarkan salah satu telur unggas ini.

Ketika bertemu dengan bakteri di usus manusia, kolin akn dikonveri menjadi zat bernama trimethylamine N-oxide.

Ketika hal itu terjadi, maka risiko akan penyakit jantung pun meningkat di kemudian hari.

Sebab itu, telur bebek sangat tidak dianjurkan untuk mereka dengan histori penyakit jantung di keluarga mereka.

 

Sumber: