Peringati HUT PGRI ke 77, Kota Bekasi Masih Kekurangan Ribuan Guru SD dan SMP

Peringati HUT PGRI ke 77, Kota Bekasi Masih Kekurangan Ribuan Guru SD dan SMP

Tenaga pendidik memperingati HUT PGRI ke 77 dan Hari Guru Nasional bersama Pemerintah Kota Bekasi.--

BEKASI, FIN.CO.ID - Peringati HUT ke 77 PGRI dan Hari Guru Nasional 2022, Kota Bekasi justru masih kekurangan tenaga pendidik.

Ketua PGRI Kota Bekasi Dedi Mufrodi mengungkapkan, saat ini jumlah guru di Kota Bekasi masih sangat memperihatinkan khususnya tenaga pengajar di tingkat SD maupun SMP.

BACA JUGA:RKUHP: Hubungan Seks di Luar Nikah Penjara 1 Tahun, Kumpul Kebo 6 Bulan

Kurangnya tenaga pendidik dikarenakan banyaknya guru yang memasuki masa pensiun, dan jumlahnya bisa mencapai ribuan orang.

"Kalo berbicara jumlah itu, untuk dua tahun ini banyak guru yang masuk masa purnabakti atau pensiun, jumlahnya hampir 1.000 orang," ungkap Dedi Mufrodi, Jumat 25 November 2022 siang.

Menurutnya kekurangan guru saat ini paling banyak di tingkat Sekolah Dasar, untuk jumlah yang tersedia saat ini juga belum termasuk dalam angka ideal.

"Kekurangan guru SD paling banyak, sekarang ini baru 9.000 guru SD sedangkan idealnya itu 14.000 guru," jelasnya.

BACA JUGA:Ibu Pergi Merantau, Ayah Rudapaksa Anak Kandung di Dompu

Meski dilaksanakan penerimaan guru melalui Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), masih saja cara tersebut tidak dapat menutupi masalah kekurangan guru di Kota Bekasi.

"Prinsipnya tidak mengatasi, karena guru yang diangkat menjadi PPPK itu itu saja, hanya ditingkatkan kesejahteraannya tetapi tidak mengatasi kekurangan," ucapnya.

Dedi Mufrodi berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memperhatikan kendala di lapangan, terutama kekurangan guru baik jenjang SD dan SMP.

"Kami berharap pemerintah Kota bekasi mempunyai solusi untuk mengatasi kekurangan guru pada tingkat SD dan SMP di Kota Bekasi," ungkapnya.

BACA JUGA:Katalog Promo JSM Indomaret Terbaru Minggu Ini, Harga Khusus Belanja Akhir Pekan

Harapan itu sangat menjadi fokus PGRI Kota Bekasi agar ke depan seluruh guru mempunyai kesempatan lebih luas mempersiapkan generasi emas Indonesia.

Sumber: