Nenek yang Ditendang Pelajar Tak Alami Luka, Polisi Tak Lakukan Penahanan 2 Pelajar Penendang

Nenek yang Ditendang Pelajar Tak Alami Luka, Polisi Tak Lakukan Penahanan 2 Pelajar Penendang

Seorang nenek ditendang pelajar berseragam pramuka di Panompuan, Angkola Timur, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.-Screenshot Twitter/@zoelfick-

MEDAN, FIN.CO.ID - 2 dari 6 pelajar berseragam pramuka penendang nenek-nenek di jalan ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua pelajar tersebut yakni ZA dan IH yang merupakan warga Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Meski dijadikan tersangka, Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni mengatakan kedua pelajar ZA dan IH tidak ditahan.

"Karena kasusnya termasuk tindak pidana ringan (Tipiring)," katanya dalam keterangannya, Kamis, 24 November 2022.

BACA JUGA:6 Pelajar Tendang Nenek Tua, Mahfud MD: Sangat Biadab!

Dijelaskan Imam, Polres Tapsel menerapkan Pasal 352 dalam hal penganiayaan ringan (Tipiring) dengan ancaman hukuman tiga bulan kurungan penjara.

"Pemeriksaan terhadap kedua pelajar itu dilakukan petugas pada hari Selasa (22/11) dan langsung ditetapkan sebagai tersangka," ucapnya.

Kapolres mengatakan, bahwa berdasarkan hasil visum dari RSUD Padang Sidimpuan terhadap korban (nenek) tidak ada ditemukan luka lecet atau memar.

"Kedua tersangka tidak dilakukan penahanan sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak," kata Imam.

BACA JUGA:2 Pelajar Tersangka Penendang Nenek Tidak Ditahan, Polisi: Penganiayaan Ringan

Sebelumnya, Polres Tapsel menangkap lima pelajar pelaku penganiayaan terhadap seorang ibu paruh baya di Tapsel, Sumatera Utara.

Kelima pelajar itu adalah IH, ZA, VH, AR dan RM, merupakan warga Kabupaten Tapsel, ujar Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni, dalam keterangan tertulis, Senin (21/11).

Imam menyebutkan, kelima pelajar pelaku penganiayaan di Tapsel pada Sabtu (19/11) sore itu videonya sempat viral dan kini sudah diringkus.

Video tersebut tentang sekelompok pelajar dengan mengendarai beberapa unit sepeda motor dan tiba-tiba berhenti.

Sumber: