Banjir Berhari-hari, Warga Kabupaten Tangerang Adukan Jasa Marga ke DPRD

Banjir Berhari-hari, Warga Kabupaten Tangerang Adukan Jasa Marga ke DPRD

Ilustrasi - PT Jasa Marga (Persero) Tbk-Istimewa-

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Puluhan perwakilan warga Desa Kadu, Kecamatan Curug, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Tangerang untuk mengadukan Jasa Marga, pada Kamis 17 November 2022.

Kedatangan puluhan warga tersebut guna mengadukan Jasa Marga terkait permasalahan banjir di Desa Kadu yang sudah hampir sepekan tak kunjung surut. 

BACA JUGA:Pengendara Sepeda Motor di Kota Bekasi Tewas, Menjadi Korban Penusukan OTK

Di mana, Desa Kadu lokasinya persis berdekatan dengan akses Tol Bitung.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II dan IV DPRD Kabupaten Tangerang, para warga meminta pihak Jasa Marga Metropolitan Tollroad dan Pemkab Tangerang segera menangani persoalan banjir tersebut.

"Intinya kami berharap DPRD memfasilitasi masalah banjir di Desa Kadu ini khususnya di wilayah Tol bisa segera ditangani karena sudah berhari-hari air tidak surut juga," kata Suherman Abud selaku perwakilan warga. 

Para warga pun meminta keseriusan pihak Jasa Marga selaku pengelola Tol Bitung melakukan penanganan banjir di desa mereka.

BACA JUGA:Aksi Super Sadis di Majalengka, Anak Cangkul dan Tembak Ayah Kandungnya hingga Tewas

Menurut warga, selama ini belum ada langkah kongkret dari pihak pengelola tol untuk menyelesaikan masalah banjir yang sudah terjadi sejak tahun 2020 itu.

"Hari ini kita berharap banjir bisa surut karena kondisinya sudah parah, harapan warga Jasa Marga segera merealisasikan keinginan warga dan banjir bisa segera surut," lanjut Suherman. 

Sementara, anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Komisi IV Deden Umardani menuturkan, pihaknya akan mengkaji secara matang faktor apa saja penyebab banjir di desa Kadu tersebut.

DPRD pun belum bisa mengatakan banjir di Desa Kadu ini mutlak akibat ketidakseriusan Jasa Marga dalam menyelesaikan masalah tersebut. 

BACA JUGA:Ini Penyebab Meninggalnya Wadirekrimum Polda Sumbar AKBP Muchtar Siregar

"Akan kita kaji secara matang selain dari tol apa saja sih penyumbang banjir ini, karena diduga ada pengembang perumahan di sana yang diduga tidak ada peil banjirnya, ini juga kesalahan," tuturnya

Sumber: