Buruh di Jakarta Waspadai Isu PHK hingga Rumusan UMP 2023, Ingin Ajak Diskusi Pj Gubernur Heru

Buruh di Jakarta Waspadai Isu PHK hingga Rumusan UMP 2023, Ingin Ajak Diskusi Pj Gubernur Heru

Ilustrasi unjuk rasa. (ist)--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Ancaman resesi global sudah mulai merambah ke Indonesia.

Kalangan serikat pekerja mencium aroma sejumlah perusahaan akan menggelar pemutusan hubungan kerja (PHK) terkait resesi ekonomi di tahun 2023. 

Menyikapi hal itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta dengan membawa isu tersebut.

BACA JUGA:Kawal Penerimaan Negara, Bea Cukai Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Ketua KSPI DKI Jakarta Winarso meminta Pemprov DKI Jakarta segera bertindak terkait ancaman PHK massal yang diduga akan dilakukan sejumlah perusahaan di Ibukota Jakarta.

Pihaknya mendapat informasi soal rencana PHK massal itu langsung dari sejumlah pekerja DKI Jakarta.

Karena itu, harap dia, Pemprov DKI dapat berkoordinasi dengan pimpinan buruh untuk membahas persoalan tersebut.

"Terutama dengan isu adanya PHK besar-besaran terkait dengan opini yang dibangun, yaitu resesi global," ujar Winarso, Kamis (10/11/2022).

BACA JUGA:Hacker Bjorka Kembali Berulah, Kini Klaim Bocorkan 44 Juta Data MyPertamina

Ia mengungkapkan, banyak kalangan pekerja di Jakarta yang mendapatkan ancaman PHK dari perusahan dengan alasan resesi global.

"Kami melihat ada aspirasi dari anggota kami yang memang pimpinan perusahaannya akan mengurangi karyawan karena alasan resesi global," beber Winarso. 

Menurut dia, alasan sejumlah perusahaan itu tak relevan.

Sebab, Indonesia diprediksi tidak akan menjadi salah satu negara yang akan jatuh ke jurang resesi.  

BACA JUGA:Lirik Lagu Gugur Bunga Karya Ismail Marzuki, Untuk Memperingati Hari Pahlawan 10 November

Sumber: