Pemerintah Berencana Tingkatkan Angka Lansia Produktif dengan Transformasi Layanan Kesehatan Primer

Pemerintah Berencana Tingkatkan Angka Lansia Produktif dengan Transformasi Layanan Kesehatan Primer

Lansia Produktif, Image oleh Steve Buissinne dari Pixabay --

JAKARTA, FIN.CO.ID - Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2020, proyeksi penduduk Indonesia berjumlah 270 juta jiwa, dengan rata-rata pertumbuhan 3,26 juta jiwa setiap tahunnya.

Sebesar 70,72% pertumbuhan penduduk ini didominasi oleh kelompok usia produktif (15–64 tahun), yang berperan strategis sebagai aset negara sekaligus penggerak ekonomi bangsa.

Selain usia produktif, pertumbuhan penduduk juga diisi oleh kelompok usia lanjut (di atas 60 tahun).

BACA JUGA:Kemenkes RI dan WhatsApp Umumkan Kerja Sama, Hadirkan Layanan Kesehatan Publik

Data sensus penduduk tahun 2020 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase penduduk usia lanjut dari 7,59 % pada tahun 2010 menjadi 9,78% pada tahun 2020.

Namun sayangnya, pertumbuhan penduduk usia produktif dan usia lanjut di Indonesia tidak selaras dengan pertumbuhan kualitas tahun hidupnya.

Pendekatan terbaru untuk melihat kualitas tahun hidup, Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE) oleh WHO pada tahun 2019, menunjukkan bahwa penduduk Indonesia memiliki HALE rerata 62,8 tahun dari standar usia harapan hidup 71,3 tahun.

Artinya terdapat selisih 8,5 tahun yang hilang akibat kualitas hidup yang buruk, karena menderita penyakit seperti penyakit jantung, gangguan sistem saraf, diabetes, gangguan ginjal termasuk disabilitas yang akan ditimbulkan.

BACA JUGA:Jubir Kemenkes Tegaskan Terapi Obat Gagal Ginjal Akut Gratis

“Kita perlu memperkecil selisih angka ini agar tercipta SDM yang berkualitas dari keuntungan pertumbuhan penduduk usia produktif dan usia lanjut yang dimiliki Indonesia,” ujar Wamenkes Prof. Dante pada pembukaan seminar kesehatan usia produktif dan Lansia dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-58, Senin (7/11).

Salah satu komponen transformasi yang mendasar dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia adalah transformasi layanan primer, yaitu transformasi yang difokuskan untuk meningkatkan layanan promotif dan preventif terhadap penyakit.

Sejalan dengan visi presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan, Kementerian Kesehatan berkomitmen melakukan Transformasi Kesehatan.

Transformasi ini kita wujudkan melalui edukasi masyarakat tentang hidup sehat dan penyakit, hingga pencegahan primer dan sekunder seperti program imunisasi, pemenuhan gizi seimbang, olahraga, dan skrining penyakit.

BACA JUGA:Pasien COVID yang Isoman Diminta Gunakan Layanan Telemedisin Kemenkes, Obat dan Layanan Gratis Semua

Faktor yang tak kalah penting dalam upaya membangun kualitas SDM usia produktif, adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) termasuk pada kelompok disabilitas.

Caranya adalah dengan menyediakan sarana prasarana dan fasilitasi pemberdayaan untuk menjadi bagian dari masyarakat yang sehat, produktif dan berprestasi.

Potensi dan tantangan dari pertumbuhan penduduk Indonesia tentunya memerlukan sinergi dari semua pihak dalam mengintegrasi upaya kesehatan yang berkualitas, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dengan spirit peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 yang mengangkat tema “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”, kegiatan ini diharapkan menjadi pendorong seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA:Kemenkes Ungkap Lonjakan Kasus COVID Dalam Sepekan Terakhir akibat Varian XBB, Ini Imbauannya

Tujuannya adalah untuk memperkuat dan mempercepat terwujudnya masyarakat usia produktif, penyandang disabilitas, serta Lansia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif, sehingga menjadi fondasi menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Sumber: