Melihat Keindahan Tari Kolosal Gandrung Sewu yang Libatkan 1.188 Penari

Melihat Keindahan Tari Kolosal Gandrung Sewu yang Libatkan 1.188 Penari

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Tari Kolosal Gandrung Sewu. Sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi, akhirnya pertunjukan tari yang melibatkan sebanyak 1.188 penari ini kembali dipertunjukkan di kawasan Pantai Marina Boom, Desa K--

BANYUWANGI, FIN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Tari Kolosal Gandrung Sewu. 

Sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi, akhirnya pertunjukan tari yang melibatkan sebanyak 1.188 penari ini kembali dipertunjukkan di kawasan Pantai Marina Boom, Desa Kampung Mandar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (29/10).

BACA JUGA:Buntut Pesta Halloween Tragedi Itaewon, Presiden Yoon Suk Yeol Perintahkan Ini

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas yang hadir langsung menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu mengaku bangga dengan event ini. 


Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Tari Kolosal Gandrung Sewu. Sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi, akhirnya pertunjukan tari yang melibatkan sebanyak 1.188 penari ini kembali dipertunjukkan di kawasan Pantai Marina Boom, Desa K--

Gandrung Sewu sebagai event kebudayaan menjadi kekuatan perekat dan mendorong peningkatan perekonomian tidak hanya lokal namun juga nasional. 

"Gandrung Sewu menjadi strategi yang ampuh untuk mempertahankan kebudayaan lokal dan nasional menghadapi gempuran budaya luar, " ujar Anas saat memberikan sambutan pada pembukaan Tari Kolosal Gandrung Sewu yang menjadi rangkaian dalam agenda kunjungan di Pemkab Banyuwangi. 


Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Tari Kolosal Gandrung Sewu. Sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi, akhirnya pertunjukan tari yang melibatkan sebanyak 1.188 penari ini kembali dipertunjukkan di kawasan Pantai Marina Boom, Desa K--

Ia juga memberikan apresiasi pada Pemkab Banyuwangi yang mampu menjaga kebijakan penguatan budaya dan ekonomi lokal. Melalui event budaya semacam ini mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. 

BACA JUGA:Jabar Kirim 558 Pramuka Terbaik ke Jambore Nasional

"Diharapkan melalui event semacam ini ekonomi kita bisa terus membaik ditengah ancaman ekonomi dunia yang saat ini menuju resesi bagi beberapa negara,“ tambahnya.

Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Raden Kurleni Ukar yang turut hadir mewakili Menteri Parekraf mengatakan Gandrung Sewu kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara 2022. 

Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan penyelenggaraan event di daerah.

"Gandrung Sewu sebagai ikon budaya Kabupaten Banyuwangi diharapkan dapat memperkenalkan keragaman budaya kita menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia hingga memperkuat branding pariwisata wonderful Indonesia," tuturnya. 

Sumber: