Menkes: Kasus Gangguan Ginjal Akut di Indonesia Ada 245 dari 26 Provinsi, Tingkat Kematian 57,6 Persen

Menkes: Kasus Gangguan Ginjal Akut di Indonesia Ada 245 dari 26 Provinsi, Tingkat Kematian 57,6 Persen

Seorang anak bernama Melody meninggal dunia usai menderita penyakit gagal ginjal akut misterius. Sebelumnya hanya demam, lalu diberi obat [email protected] layar instagram

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (Acute Kidney Injury/AKI)  Di Indonesia, tercatat sudah ada 245 kasus dari 26 provinsi dengan tingkat kematian mencapai 57,6 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, per hari ini total kasus ada 245 di 26 provinsi. 

BACA JUGA:Obat Gagal Ginjal Akut Masih Langka, Menkes: Saya Telepon Singapura sama Australia Langsung Dikasih

Delapan provinsi yang berkontribusi atas 80 persen kasus adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sumatera Barat, Bali, Banten dan Sumatera Utara. 

"Fatality rate atau yang meninggal persentasenya dari jumlah kasus 245 ini cukup tinggi yaitu 141 atau 57,6 persen," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin24 Oktober 2022.

Budi Gunadi menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi.

"Jumlah kasus ini sebenarnya mulai naik di bulan Agustus (2022), jadi sebelum Agustus itu angka kematiannya normal dari tahun ke tahun angkanya kecil di bawah 5," ungkap Budi.

BACA JUGA:Polri Bentuk Tim Khusus Bongkar Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak

Tapi pada Agustus 2022 jumlah kematian mulai naik menjadi 36 kasus, pada September 2022 naik lagi menjadi 78 kasus, pada Oktober 2022 mencapai 114 kasus dan sebagian besar menyerang anak di bawah usia 5 tahun.

"Hasil diskusi kita dengan WHO dan Pemerintah Gambia, ditemukan obat yang namanya 'Fomepizole'. Kita sudah menerima 20 vial dari Singapura, kita menunggu mungkin dari Australia akan masuk 16 vial lagi mungkin malam ini atau besok pagi," tambah Budi.

Selanjutnya pemerintah juga berencana untuk mengimpor obal "Fomepizole" dari Amerika Serikat dan dari Jepang sekitar 2 ribuan vial.

"Dari obat yang sudah datang 10, sudah kita cobakan ke pasien, 7 pasien di antaranya membaik kondisinya. Jadi pasien itu biasanya ginjalnya terganggu, dia tidak bisa kencing, tidak bisa keluar air seni, tapi begitu dikasih obat, mereka mulai keluar sedikit demi sedikit, ada yang sudah mulai banyak, dan yang tadinya tidak sadar mulai sadar kembali," ungkap Budi.

BACA JUGA:Jokowi Beri Arahan Tegas Soal Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak: Pengawasan Harus Diperketat

Karena obat "Fomepizole" berhasil untuk 7 dari 10 pasien, maka Menkes menyimpulkan bahwa obat tersebut memberi dampak positif.

Sumber: