Patuhi Instruksi Kemenkes, Penjualan Obat Sirup di Kabupaten Tangerang Sudah Dihentikan Seluruh Apotek

Patuhi Instruksi Kemenkes, Penjualan Obat Sirup di Kabupaten Tangerang Sudah Dihentikan Seluruh Apotek

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Tangerang dr. Faridzi Fikri--

TANGERANG, FIN.CO.ID -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang telah menginstruksikan seluruh apotek untuk menghentikan sementara penjualan obat sirup.

Hal ini sesuai dengan instruksi Kemenkes yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak.

BACA JUGA:Kemenkes Hentikan Penjualan Obat Sirup di Seluruh Apotek, Buntut Kasus Ginjal Akut Misterius pada Anak

"Surat Edarannya sudah kita distribusikan ke apotek dan toko obat tapi memang belum semua karena banyak," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Tangerang dr. Faridzi Fikri kepada FIN, Rabu 19 Oktober 2022. 

"Tapi sudah kita instruksikan melalui grup WhatsApp seluruh apotek di Kabupaten Tangerang untuk menghentikan sementara penjualan obat sirup," imbuhnya.

Dia menyebut, total ada 516 apotek dan 75 toko obat di Kabupaten Tangerang.

Namun dapat dipastikan, saat ini seluruh apotek dan toko obat di daerah itu sudah tidak lagi menjual jenis obat sirup.

BACA JUGA:Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius di Indonesia Terus Bertambah, Ini Ciri dan Gejalanya

"Setelah ada surat edaran dan intsruksi tersebut tidak ada lagi apotek maupun toko obat yang menjual obat sirup," ujarnya.

Menurut dia, kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) sebenarnya sudah sejak lama digunakan pada jenis obat sirup. 

Akan tetapi, hingga kini Dinkes belum mendapatkan informasi ada tidaknya obat sirup mengandung EG dan DEG yang beredar di Kabupaten Tangerang. 

"Kita belum dapat informasi karena saat ini masih dilakukan penelitian oleh BPOM," ucapnya

BACA JUGA:Waspada! WHO dan BPOM Menyebut 4 Jenis Obat Sirup Terkait Kematian Anak dan Gagal Ginjal Akut

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mengkonsumsi obat sirup yang sudah dibeli atau pun yang sudah lama tersimpan. 

Sumber: