1,6 Juta Orang di Indonesia Alami Kebutaan, 6 Juta Lainnya Alami Gangguan Pengelihatan

1,6 Juta Orang di Indonesia Alami Kebutaan, 6 Juta Lainnya Alami Gangguan Pengelihatan

Kebutaan, Katarak, Image oleh oleh Paul Diaconu dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Taukah Anda bahwa jumlah penderita gangguan penglihatan di Indonesia itu adalah 3 dari 100 orang berusia lebih dari 50 tahun.

Dari situ menurut survey Rapid Assessment of Avoidable Blindness, sekitar 1,6 juta orang di Indonesia diperkirakan alami kebutaan.

Penyebab utama gangguan penglihatan menurut temuan itu adalah akibat kelainan refraksi, semantara katarak menjadi penyebab utama kebutaan.

BACA JUGA:Merokok Bisa Picu Kebutaan Permanen, Ini Penjelasan Dokter

Sampai saat ini masalah mata masih menjadi perhatian pemerintah, masih banyak sekali orang yang mengalami gangguan penglihatan.

Jadi jika angka kebutaan di Indonesia adalah sekitar 1,6 juta orang, 5 hingga 6 juta orang lainnya di Indonesia, diperkirakan mengalami masalah penglihatan.

Untungnya, sebagian besar dari masalah pengelihatan ini menurut temuan itu, adalah masalah pengelihatan yang masih mungkin untuk diatasi.

Sedangan menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu, katarak masih jadi penyumbang tertinggi masalah  pengelihatan, dan masuk dalam kategori penyakit prioritas.

Selain katarak, adalah beberapa penyakit lain yang masuk dalam daftar Penyakit prioritas pada gangguan penglihatan.

BACA JUGA:Bola Mata Nyeri dan Bikin Pusing Itu Bisa Jadi Pertanda Glaukoma, Salah Satu Penyebab Kebutaan

''Penyakit prioritas pada gangguan penglihatan adalah yang pertama katarak kemudian diikuti kelainan refraksi, glaukoma, dan retinopati diabetik,'' ujar Dirjen Maxi dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah sendiri sudah menargetkan penurunan gangguan pengelihatan masyarakat Indonesia, sebesar 25 persen pada 2030 mendatang.

Penyebab Katarak dan Cara Menghindarinya

Mata adalah salah satu dari lima indera manusia, yang memegang peran terpenting dalam aspek kehidupan, meski semua indera memiliki perannya masing-masing.  

Namun seiring berjalannya waktu, fungsi mata akan mengalami penurunan,  menyebabkan terdegradasinya kemampuan seseorang untuk melihat.

Salah satu kondisi mata yang berhubungan dengan usia seseorang adalah katarak, meski juga disebabkan oleh kondisi kesehatan lain, katarak adalah salah satu yang bertanggungjawab atas menurunnya kemampuan mata dan pemicu kebutaan.

Menurut hasil beberapa studi observasi, sebagaimana dilansir Healthline,  katarak kerap terjadi pada mereka yang memiliki kadar antioksidan yang rendah.

Sementara mereka yang terbiasa mengkonsumsi vitamin C selama hidupnya, memiliki kemungkinan yang besar terhindar dari gangguan pengelihatan ini.

Vitamin C sendiri disebutkan bermain peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Konsumsi buah dan sayuran seperti paprika, jeruk, lemon, jeruk bali, jeruk nipis, jambu biji, kale dan brokoli disebut mampu memangkas risiko katarak di kemudian hari

Anda yang sudah pernah menjalani operasi katarak, pastinya bisa merasakan kembali nikmat pemberian tuhan, yakni pengelihatan Anda.

Tanpa katarak, Anda kembali bisa melihat dengan jelas, dan tidak terganggu oleh lensa mata alami yang keruh, menyebabkan mata buram bukan main.

Namun pertanyaannya, bisakah kena katarak lagi jika pernah operasi katarak?

Jawabnya menurut dr. Nadia Nurotul Fuadah adalah tidak seperti yang Anda pikir.

"Tidak mungkin orang yang sudah pernah menjalani operasi katarak, akan kembali mengalami katarak di mata yang sama," kata dr. Nadia Nurotul Fuadah seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Akan tetapi lanjut dia, jika mata yang pernah dioperasi katarak itu menunjukan gejala mirip katarak, hal ini bisa disebabkan kondisi lain.

"Seringnya kondisi ini merujuk pada opasitas kapsuler posterior," ungkap dr. Nadia.

"Kondisi ini terjadi ketika kapsul pembungkus lensa mata sebelumnya (yang dibuang saat operasi katarak) mengalami kekeruhan di bagian belakangnya".

Namun lanjut dia, kondisi ini bisa ditangani dokter tanpa harus melakukan proses operasi, atau prosedur non-invasif.

Sumber: