Sahabat Polisi Indonesia: Jokowi Dukung Jenderal Listyo Sigit Prabowo Untuk Reformasi Kepolisian

Sahabat Polisi Indonesia: Jokowi Dukung Jenderal Listyo Sigit Prabowo Untuk Reformasi Kepolisian

Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia Fonda Tangguh bersama dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Endra Zulfan (IST)--

Presiden Jokowi menilai, pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J yang dilakukan Ferdy Sambo, menjadikan kepercayaan publik terhadap institusi polri jatuh di posisi yang paling rendah.

BACA JUGA:Alasan Mencengangkan Pejabat Polri Tak Boleh Bawa Topi dan Tongkat, Kasetpres: Tidak Ada Tempat Penyimpanan

BACA JUGA:Polri 'Dirundung' Awan Gelap

Presiden Jokowi mengatakan, kepercayaan publik terhadap Polri sempat pada posisi tertinggi. 

Namun saat terjadi kasus yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, semua kepercayaan itu jatuh di posisi terendah.

"Begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo), runyam semuanya, dan jatuh ke angka yang paling rendah. Dulu, dibandingkan institusi-institusi penegak hukum yang lain, tertinggi. Sekarang, Saudara-saudara harus tahu, menjadi terendah. Ini yang harus dikembalikan lagi dengan kerja keras Saudara-saudara sekalian,” kata Jokowi di hadapan para petinggi Polri di Istana Negara, Jakarta, Jumat 14 Oktober 2022.

Presiden Jokowi mendorong jajaran Polri untuk bekerja keras mengembalikan kepercayaan publik kepada institusi.

BACA JUGA:Banyak Polisi Terseret Kasus, Jokowi: Visi Presisi Pak Kapolri Jangan Menjelimet, Sederhanakan

BACA JUGA:Jokowi Terima Keluhan Masyarakat Terhadap Polri 29,7 Persen: Tolong Tindakan Represif Diredam

Presiden Jokowi mengatakan, bulan lalu, kepercayaan publik terhadap Polri masih 80,2 (persen), sangat tinggi.

Kemudian pada Agustus kepercayaan publik jatuh berada di 54 (persen) karena adanya kasus pembunuhan Brigadir J.

"Jatuh jatuh, terlentang, rendah sekali. Itulah pekerjaan berat yang Saudara-saudara harus kerjakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri di tengah situasi yang juga tidak mendukung saat ini,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, sebelum ada peristiwa penembakan di Duren Tiga Indeks Kepercayaan Masyarakat menempatkan Polri di puncak teratas saat itu. 

BACA JUGA:Akal-akalan Irjen Teddy Minahasa Ganti sabu 5 Kg dengan Tawas Demi Hilangkan Jejak

BACA JUGA:Jadwal Sidang Kode Etik Irjen Teddy Minahasa Putra, Tersangka Kasus Narkoba 5 Kilogram

Sumber: