Gangguan Telat Tidur-Telat Bangun, Ini Efeknya pada Penderita

Gangguan Telat Tidur-Telat Bangun, Ini Efeknya pada Penderita

Gangguan Telat Tidur Telat Bangun, Image oleh Saydung89 dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Anda punya kebiasaan telat tidur dan telat bangun? Jika iya, maka Anda mungkin mengalami masalah tidur yang namanya delayed sleep-wake phase disorder.

Menurut ahli, via Alodokter, gangguan telat tidur-telat bangun ini, sering kali ditemukan pada kaum remaja, meski bisa berlangsung hingga usia dewasa.

Mereka yang masuk dalam ketegori penderita gangguan telat tidur-telat bangun adalah mereka yang tertunda tidurnya selama 2 jam atau lebih.

BACA JUGA:Kepala Pusing saat Bangun Pagi, Awas Apnea Tidur

Akibatnya mereka penderita gangguan telat tidur-telat bangun, akhirnya kesulitan untuk bangun tepat pada waktunya.

Aktifitas seperti bersekolah atau bekerja pun pada akhirnya ternggung oleh kebiasaan ini.

Jadi jika pada umumnya jam tidur rata-rata orang Indonesia adalah pukul 10 malam, maka mereka yang mengalami gangguan telat tidur-telat bangun umumnya baru akan mulai tidur pada pukul 12 atau lebih.

Meski begitu, orang yang menderita gangguan telat tidur-telat bangun bisa saja mendapatkan tidur yang berkualitas, jika masalah tidur mereka tidak dibarengi dengan gangguan tidur lain seperti apnea tidur, menyebabkan orang sering bangun atau bangun lebih cepat dari yang seharusnya.

Gangguan telat tidur-telat bangun ini dianggap bermasalah, apabila aktifitas penderitanya terganggu akibat kantuk di siang hari.

Mereka yang mengeluhkan kelelahan, sulit konsentrasi atau mengingat informasi baru, mood yang buruk, hingga mengalami penurunan performa, perlu mencari pertolongan dokter untuk solusinya.

Adapun penyebab orang sampai bisa mengalami gangguan telat tidur-telat bangun, adalah akibat faktor keturunan, pubertas, punya penyakit mental, menderita penyakit sistem saraf seperti pikun dan parkinson, insomnia kronis dan lainnya.

Gangguan Tidur Dapat Berujung Diabetes

Ada alasan yang logis mengapa manusia, harus memenuhi waktu tidur yang cukup di malam harinya. Dan tujuh jam setiap malam adalah yang paling dianjurkan.

Ketika hal ini dilanggar, maka potensi seseorang akan maalah kesehatan di kemudian hari pun meningkat.  

Dan ketika ada yang salah dengan kualitas tidur seseorang, hal itu akan ditunjukan mereka kala siang hari menjelang. Tubuh yang letih dan rasa kantuk tak tertahankan adalah beberapa cirinya.  

Pada mereka dengan kondisi ini, hampir bisa dipastikan berurusan dengan kondisi bernama apnea tidur, sebuah kondisi di mana penderitanya bisa berhenti bernafas beberapa saat, dalam tidur mereka.

Ketika dibiarkan, kondisi ini akan memicu fragmentasi tidur, menyebabkan terciptanya hormon kortisol pada otak.

Ketika hormon ini diproduksi dalam jumlah banya, kondisi ini dapat berujung pada terciptanya sindrom metabolik, menjadi salah satu pemicu diabetes pada manusia.  

Sudahkah Anda menghargai waktu tidur Anda?

Sumber: