Penyebab Mata Bayi Belekan, Begini Cara Mengatasinya

Penyebab Mata Bayi Belekan, Begini Cara Mengatasinya

Mata Bayi Belekan, Ilustrasi oleh Ben Kerckx dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Bayi Anda mengalami mata belekan, dan mata belekannya ini bukan saat bayi baru bangun tidur, akan tetapi secara terus menerus.

Menurut ahli, mata bayi yang mengeluarkan belekan terus menerus merupakan ciri dari gangguan mata.

“Keluhan mata bayi keluar belekan dikatakan normal bila muncul pada kondisi saat bayi bangun tidur,” kata dr. Riza Marlina seperti dikutip FIN dari Alodokter.

BACA JUGA:Cara menenangkan Bayi yang sedang Menangis, Tips untuk Anda yang Baru Punya Momongan

“Namun jika (mata bayi) belekan keluar terus menerus, kondisi ini kemungkinan berupa suatu gangguan pada mata,” tambahnya.

Menurut dr. Riza Marlina, mata bayi belekan merupakan akibat dari peradangan pada konjungtiva.

“(Radang ini) disebabkan karena infeksi bakteri. Untuk mengatasi hal ini bisa ditangani dengan obat topikal, baik salep dan tetes yang mengandung antibiotik,” jelasnya.

Akan tetapi sebelum itu, ada baiknya bagi Anda untuk terlebih dahulu memeriksakan kondisi bayi Anda langsung ke dokter.

“Namun untuk memastikan lebih tepat penyebabnya harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut secara langsung ke dokter ya bunda,” ujar dr. Riza Marlina menyarankan.

Apakah Normal jika Bayi Jarang Bekedip

Menurut pendapat ahli, via Halodoc, bayi pada dasarnya memang jarang mengedipkan mata.

Malahan dalam satu menit, bayi hanya akan beberapa kali mengedipkan matanya, dan tidak ada yang salah dengan hal itu.

Adapun jumlah kedipan bayi pada umumnya adalah antara satu kali dalam semenit, hingga lima kali dalam satu menit.

Pada orang dewasa, kedipan mata itu terjadi minimal 15 kali dalam satu menitnya.

Adapun penjelasannya mengapa bayi jarang berkedip, adalah dipengaruhi oleh kadar dopamin pada bayi.

Perlu diketahui pula, bahwa fungsi kedipan mata itu salah satunya diatur oleh dopamin otak.

Itu artinya, Anda orangtua yang baru menyadari bahwa bayi Anda jarang berkedi, untuk tidak panik dulu dan memikirkan yang tidak-tidak.

Namun jika orang dewasa jarang berkedip, maka hal ini mungkin bisa dikaitkan dengan kondisi medis tertentu, seperti parkinson.

 

 

 

Sumber: