Tegas! Kapolri akan Tindak Anggota yang Terlibat Perjudian Online

Tegas! Kapolri akan Tindak Anggota yang Terlibat Perjudian Online

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo--Disway.id

JAKARTA, FIN.CO.ID- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memperingatkan anggotanya jika terlibat dalam jaringan perjudian akan diproses dan ditindak tegas.

"Yang jelas, kalau memang ada keterlibatan di dalamnya kami proses. Ini supaya menjadi jelas dan rekan-rekan juga bisa mengetahui langkah-langkah yang saat ini sedang kami laksanakan," kata Jenderal Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 1 Oktober 2022.

Sigit menjelaskan Polri telah membentuk tim gabungan bersama Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melakukan analisis terhadap transaksi keuangan yang diduga memiliki keterkaitan dengan perjudian.

BACA JUGA:Siapkan 1.800 Personel, Kapolri: Siap Bantu KPK Proses Lukas Enembe

BACA JUGA:Siapa yang Bayar Private Jet Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi? Ini Jawaban Kapolri

"Saat ini ada yang sedang kami analisis, ada 329 rekening, sebanyak 202 rekening saat ini sudah kami blokir," katanya.

Mengenai isu Konsorsium 303, Sigit mengatakan bahwa Polri tegas dalam memberantas tidak pidana perjudian, baik judi daring maupun konvensional. 

Sepanjang 2022 telah dilaksanakan kegiatan pemberantasan perjudian sebanyak 2.049 kasus dengan menangkap 3.296 orang tersangka.

Jumlah tersebut terdiri atas perjudian konvensional 1.408 kasus dengan 2.369 orang tersangka dan judi daring 641 kasus dengan 927 orang tersangka.

BACA JUGA:Pakar Bilang Jangan Telan Mentah-Mentah Film G30S/PKI: Bukan Kebenaran

BACA JUGA:Kabar Tiga Kapolda Terlibat Kasus Sambogate, Ketegasan Kapolri Dinanti

Khusus bulan Juli 2022, kata Sigit, tercatat ada 2.236 kasus judi yang ditangani Polri dengan 3.748 orang tersangka. 

Khusus judi daring tercatat 1.125 kasus dengan menangkap 1.516 orang tersangka, terdiri atas pemain 1.446 orang dan sisanya terkait penyelenggara mulai dari customer service, pegawai, pemilik laboratorium, dan penyedia layanan website.

"Tentu kami tidak berhenti sampai di situ,” ujar Sigit.

Sumber: