Anak 4 Tahun Meninggal Dunia setelah Digigit Anjing Rabies, Ternyata Tidak Divaksin Antirabies

Anak 4 Tahun Meninggal Dunia setelah Digigit Anjing Rabies, Ternyata Tidak Divaksin Antirabies

Anjing, Image oleh Alexa dari Pixabay--

FLORES, FIN.CO.ID - Lagi-lagi terjadi, seorang anak empat tahun asal Kabupaten Ngada meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies.

Menurut otoritas kesehatan setempat, kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi di berbagai kabupaten di Pulau Flores.

Kejadiannya adalah bocah malang itu sempat tergigit anjing rabies pada 17 Agustus 2022 lalu.

Akan tetapi tidak diberi vaksin antirabies atau VAR, dan hanya menerima perawatan biasa di puskesmas Riung di Desa Benteng Tengah, Kecamatan Riung.

Menurut Sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata dr. Asep Purnama, Sp.PD, pemandangan seperti ini sudah berulang kali terjadi.

“Jadi korban gigitan anjing rabies itu harus langsung disuntikkan VAR setelah digigit anjing rabies sehingga bisa tertolong,” katanya seperti dikutip FIN dari ANTARA.

dr. Asep menjelaskan bahwa insiden seperti ini terus berulang, lantaran minimnya pengetahuan orangtua tentang bahaya gigitan anjing.

Selain kasus ini, empat kasus anak meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies di Pulau Flores, juga dilaporkan terjadi.

Selama September 2022 ini saja ada tiga kasus yang terjadi, yakni di Kabupaten Flores Timur, serta di Kabupaten Nagekeo termasuk dengan yang di kabupaten Ngada.

“Hal ini karena bisa jadi pengetahuan keluarga korban soal rabies ini masih minim,” tambah dia.

Dengan banyaknya kasus rabies yang terjadi di pulau Flores dia mengingatkan agar siapapun korban gigitan anjing rabies lainnya, diharapkan mengikuti tata laksana gigitan anjing rabies dengan benar.

Pertama-tama yang dilakukan adalah mencuci luka dengan sabun dengan air mengalir selama 10-15 menit.

Kemudian segera ke fasilitas kesehatan terdekat (Rabies Center) untuk mendapatkan VAR dan atau SAR sesuai indikasi, demikian Asep Purnama.

Haruskah ke Dokter jika Digigit Anjing?

“Masih dimungkinkan gigitan anjing mengandung virus yang menyebabkan rabies,” kata dr. Fadhilah Az Zahro, CIMI, seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Jadi lanjut dr. Fadhilah, apabila ragu, ada baiknya mereka yang baru digigit anjing, untuk segera memeriksakan dirinya ke dokter.

Hal ini lanjut dia, untuk memastikan perlu tidaknya pemberian vaksin anti rabies kepada mereka yang digigit anjing.

“Selain menilai apakah perlu diberikan vaksin anti rabies atau tidak, dokter akan menangani luka gigitan untuk mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut,” jelasnya.

Sumber: