Mengejutkan! Begini Denny Siregar Usul Jenaka ke KPK yang Kesulitan Periksa Tersangka Lukas Enembe

Mengejutkan! Begini Denny Siregar Usul Jenaka ke KPK yang Kesulitan Periksa Tersangka Lukas Enembe

Produser film dan pegiat media sosial Denny Siregar.-Screenshot YouTube/2045 TV-

JAKARTA, FIN.CO.ID - Produser film dan pegiat media sosial Denny Sregar beri usul jenaka ke KPK yang kesulitan periksa tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe.

Denny Siregar menyampaikan opininya pada sebuah kicauan melalui akun media sosial Twitter bernama @Dennysiregar7.

Sineas film 'Sayap Sayap Patah' itu memang terpantau aktif dalam memakai platform tersebut untuk menyuarakan pendapat pribadinya.

Kini Denny Siregar turut angkat bicara tentang sulitnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periksa tersangka Lukas Enembe.

BACA JUGA:Pj Gubernur Papua Paulus Waterpauw Somasi Pengacara Lukas Enembe

"Coba deh @KPK_RI bawa dulu beliau ke kasino di Singapura. Trus interogasinya sambil main blackjack," tulis Deny Siregar.

"Pakai private jet dan taruh di hotel mewah. Pasti lancar.. Masak gini harus diajarin?," sambungnya disertai emoji tertawa, 25 September 2022.

Kicauan Denny Siregar mendapat 441 komentar, 469 retweets, dan 2.291 likes dari warganet sampai berita ini terbit.

Tak hanya itu Denny Siregar juga heran dengan menuliskan nama Pepo, selaku pemimpin partai, kenapa tidak menegur Lukas Eneme.

BACA JUGA:Gibran Anggap Rocky Gerung Jenius: Kritikannya Bagus, Otak Kosong, Dungu dan lainnya...

"Kenapa Pepo enggak turun gunung ya, ngadepin kasus Lukas Enembe, kader partainya sendiri?," heran Denny.

"Kan tinggal perintah supaya datang ke Jakarta, gampang.. atau sudah kehilangan kewibawaannya?," sambungnya.

Sebelumnya Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) terkait tudingan keterlibatan dirinya dalam proses penetapan tersangka KPK terhadap LE.

"Somasi sudah dilayangkan kepada tim kuasa hukum LE agar segera memberikan klarifikasi dalam waktu 2 kali 24 jam," tegas Waterpauw.

Sumber: