Kebijakan Anies soal Reklamasi Pulau G Dinilai Ambigu, Politisi PDIP: Hanya Kejar Tayang Jelang Akhir Jabatan

Kebijakan Anies soal Reklamasi Pulau G Dinilai Ambigu, Politisi PDIP: Hanya Kejar Tayang Jelang Akhir Jabatan

Sikap Anies Soal Reklamasi Mendadak Berubah--Insagram/@aniesbaswedan

JAKARTA, FIN.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ambigu terpaut Pulau Reklamasi, satu sisi menolak tetapi sisi lain mau memakainya.

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Dwi Rio Sambodo mengatakan, penetapan Anies terhadap kawasan Reklamasi Pulau G selaku zona ambang serta dapat dijadikan permukiman penduduk.

“Semenjak dini, Gubernur Anies memanglah sangat tidak tegas serta ambigu terpaut pulau reklamasi, satu sisi menolak tetapi satu sisi mau memanfaatkannya,” ujar Rio, Jumat (23/9/2022).

Rio pesimistis soal kebijakan Pulau G jadi permukiman bakal terealisasi.

(BACA JUGA:Sindir Anies Resmikan Jalan Reklamasi, Chusnul: Fir'aun Aja Tak Sanggup jadi Orang Semunafik Ini!)

Apalagi bila itu dikaitkan dengan janji Anies terpaut penyediaan rumah DP 0%.

“Semacam janji Gubernur Anies lebih dahulu, jumlah hunian yang hendak dibentuk sepanjang 5 tahun merupakan dekat 250 ribu unit, tetapi sampai dikala ini, total unit yang terbangun cuma sebanyak 9, 549 unit yang terdiri dari 2, 128 unit DP 0 serta 7, 421 unit Rusunawa ataupun setara dengan 3, 81% ataupun tidak hingga 5 persen,” beber dia.

Pemanfaatan Pulau G jadi permukiman penduduk, kata Rio, bisa menimbulkan bias segmentasi.

Artianya, dikhawatirkan ujungnya tidak diperuntukkan untuk warga yang memerlukan hunian layak.

(BACA JUGA:Anies Segel 2 Pulau Reklamasi)

“Bila alasan pemanfaatan ruang pulau buat permukiman, selaku bagian dari menanggulangi backlog perumahan, bisa ditentukan timbul permasalahan bias segmentasi. Yang diperlukan pengadaan rumah buat segmentasi pekerja yang belum bisa menjangkau rumah di Jakarta,” ucap Rio.

“ Sedangkan orientasi pemanfaatan ruang zona ambang ialah reklamasi Pulau G, kawasan ekspansi Ancol, kawasan Rorotan selaku lahan cadangan, serta kawasan balik tanggul tepi laut menopang kegiatan bisnis pariwisata kelas atas serta melayani kegiatan mengkonsumsi penunggu kawasan real estate,” ungkap Rio.

Makanya, Rio memperhitungkan kebijakan itu terkesan tergesa- gesa.

Apalagi menyebut Anies nampak lagi kejar tayang di masa akhir jabatannya.

Sumber: