Usai Kerusuhan Suporter, FC Bekasi City Tanggung Jawab dan Tetap Berkandang di Candrabhaga

Usai Kerusuhan Suporter, FC Bekasi City Tanggung Jawab dan Tetap Berkandang di Candrabhaga

Foto-foto Stadion Candrabhaga Bekasi Usai Kerusuhan Suporter FC Bekasi City Vs PSIM Yogyakarta--

BEKASI, FIN.CO.ID - Usai kerusuhan Suporter FC Bekasi City dengan Brajamusti pendukung PSIM Yogyakarta, manajemen Laskar Kuda Hitam melakukan koordinasi dengan pengelola Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.

COO dan Ketua Pelaksana FC Bekasi City Wafa Amri mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Dispora Kota Bekasi dan UPTD Stadion Patriot Candrabhaga.

(BACA JUGA:Foto-foto Stadion Candrabhaga Bekasi Usai Kerusuhan Suporter FC Bekasi City Vs PSIM Yogyakarta)

"Kami sudah berkomunikasi dengan Pemkot, Dispora, UPTD beserta pihak keamanan terkait adanya insiden yang terjadi," kata Wafa Amri saat dihubungi, Rabu 21 September 2022.

Menurutnya pihaknya sudah melakukan pemeriksaan secara langsung, kondisi fasilitas stadion yang mengalami kerusakan.

"Kemarin kami sudah cek kondisi stadion pascapertandingan melawan PSIM Jogjakarta, mulai hari ini  perbaikan akan kami lakukan sebagai bentuk pertanggung jawaban," ucapnya.

Wafa Amri menegaskan, untuk pertandingan selanjutnya Klub FC Bekasi City masih tetap bisa bermain di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.

(BACA JUGA:Kondisi Terkini Tawuran Suporter PSIM Yogjakarta Vs FC Bekasi City di Stadion Candrabhaga Bekasi)

"Terkait larangan itu tidak benar, kami sudah komunikasikan langsung dengan Dispora Kota Bekasi," terangnya.

FC Bekasi City juga berjanji untuk melakukan evaluasi bersama manajemen, dan mengeluarkan sikap siap menjaga keamanan di pertandingan selanjutnya.

Secara terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Endang Tohari menjabarkan, ada beberapa fasilitas stadion yang harus dilakukan perbaikan 

"Ada beberapa yang harus diperbaiki mulai dari kaca ruangan, kursi tribun, kaca loket dan pintu pembatas balkon dan tangga naik ke tribun stadion," ucap Endang Tohari.

Pengelola Stadion Patriot tersebut menjelaskan, kerugian akibat kerusuhan di pertandingan Liga 2 Grup Tengah itu ditaksir kurang lebih mencapai Rp 10 juta. (Tuahta Simanjuntak)

Sumber: