Grup YANG

Grup YANG

Fitur baru dalam WhatsApp -Pixabay/@LoboStudioHamburg--

Oleh: Dahlan Iskan

 
Saya ini seperti Anda: jadi anggota grup WA. Lebih 15 grup. Saya jenis anggota yang juga seperti Anda: kurang aktif. Sering disindir kok hanya mantengi. Tidak pernah berkomentar.

Saya sendiri belum pernah minta untuk dimasukkan ke salah satu dari grup-grup itu. Tiba-tiba saja nama saya ada di situ. Sebagian memberi tahu lebih dulu. Lebih banyak yang dianggap pasti mau. Belakangan saya gak 'kejak'. Tidak mau tambah. Kalau dituruti bisa lebih 30. Belakangan saya langsung exit ketika muncul grup baru: sudah terlalu banyak. Kadang juga terlalu mirip.

Variasi grup yang saya ikuti itu lebar sekali. Ada yang sangat agamis. Misalnya ada yang selalu posting 'satu hari satu hadis'. Atau memposting bahan renungan: isinya ayat-ayat Quran. Banyak juga yang menulis agar kita lebih taat lagi beragama.

Di lain pihak saya juga diikutkan dalam grup yang tidak percaya agama. Bahkan tidak percaya Tuhan. Isinya seru sekali. Yang dibahas lebih banyak filsafat kebebasan berpikir. Juga tentang moralitas: apakah orang yang beragama moralnya pasti lebih baik. Apakah kian kelihatan beragama seseorang itu kian tinggi pula moralitasnya. Apakah yang tidak beragama tidak punya hak untuk bermoral baik.

Stop. Saya tidak boleh mengutip ulang apa yang ada di postingan grup itu. Aturan sebuah grup WA seperti aturan di sebuah keluarga. Tidak boleh mengutip isi pembicaraan di grup tanpa minta ijin yang posting. Pembicaraan di situ untuk kepentingan intern keluarga. Bukan konsumsi umum.

Stop. Bisa sensitif.

Saya juga diikutkan grup yang khusus membahas pertanian. Ada juga yang khusus membahas komputer.

Ada lagi grup yang isinya mementingkan ideologi. Satu lagi grup yang sangat kapitalis. Lalu ada grup yang sangat Islam. Tapi ada juga yang sangat Kristen - -dan saya juga diikutkan di situ. Lalu ada yang sangat Buddha.

Bahkan ada grup dari aliran mistik dan tahayul. Pun saya dimasukkan. Tentu ada juga grup yang sangat pribumi. Lalu ada pula yang sangat Tionghoa. Dua-duanya saya ada di dalamnya. Grup yang sangat politik banyak. Lalu grup yang sangat kesehatan.

Maka beraneka aspirasi berseliweran di HP saya. Otak saya pun mencelat-mencelat ke sudut sana-sini.

Di beberapa grup itu, kadang ada yang monoton. Misalnya kalau ada yang meninggal dunia. Isi grup hanya ucapan duka cita. Mulai pagi sampai besoknya. Seolah tidak ikut berduka kalau tidak posting duka cita di grup.

Saya tidak pernah ikut berduka di situ. Kasihan yang membaca, terutama yang harus menghapus begitu banyak data. Padahal belum tentu semua anggota grup kenal keluarga yang meninggal itu. Saya pilih kirim WA langsung ke keluarga yang berduka, kalau itu saya kenal.

Demikian juga kalau ada yang dapat gelar atau penghargaan. Isi grup itu ucapan selamat melulu.

Saya tidak seharusnya jengkel dengan yang seperti itu. Kan salah sendiri. Mengapa mau menjadi anggota grup dari begitu banyak aliran. Saya akhirnya menyadari itu salah saya sendiri. Ya sudah.

Saya biasa sudah bangun pukul  03.30. Mungkin begitulah umumnya orang tua. Dulu, jam 02.30 baru pulang kantor. Kini jam segitu sudah siap-siap bangun.

Tentu saya juga sama seperti Anda. Bangun tidur lihat layar HP. Di pagi seperti itu saya harus lebih sabar. Isi pembicaraan di grup umumnya ajakan untuk bangun. Salat tahajud. Banyak banget. Seolah mereka tahu saya perlu dibangunkan. Seolah mereka juga tahu untuk salat malam harus digiring lewat HP.

Sebentar kemudian mulai membanjir ajakan salat subuh. Isinya sama. Hanya copy paste. Ada yang pakai ayat. Pakai gambar. Pakai meme. Pakai kaligrafi. Dari satu grup ke grup yang lain nadanya sama. Isinya sama. Memenya sama.  

Saya pernah posting usulan. Di satu grup: bagaimana kalau yang mengajak salat subuh itu satu orang saja. Yakni salah satu saja dari anggota grup yang paling rajin. Atau digilir.

Pun kalau usul itu dipenuhi saya masih akan menerima lebih 5 ajakan salat subuh yang sama. Sehingga kalau usul itu ditolak, bayangkan, berapa banyak saya menerima ajakan yang sama, dengan bunyi yang sama, meme yang sama, desain yang sama.

Sambutan atas usul itu terbelah. Ada yang setuju, ada yang emosional religius. Saya tidak menanggapi. Sak karepmu.

Itu tidak hanya di Islam. Juga yang Kristen. Sudah tahu bahwa grup yang satu ini didirikan untuk membahas satu bidang tertentu masih saja sering ada postingan ayat-ayat Alkitab.

Saya pernah posting sekali. Hanya itu. Usulan saya: agar soal politik dan agama jangan diposting di situ. Anggota grup di situ sangat beragam aliran agama, politik dan sukunya. Lebih baik tidak posting di luar misi. Tapi, para juru dakwah memang marketer yang militan. Mereka tetap saja posting isi Al Kitab.

Ya sudah.

Harus saya akui ada juga beberapa grup yang istiqamah di jalurnya. Grup penggila durian, misalnya, sangat steril. Mereka disiplin: hanya posting soal durian. Menyenangkan. Semangat posting mereka sangat tinggi. Tapi mereka konsisten: tidak ada hal lain yang lebih penting di dunia ini kecuali durian. Rupanya durian itu tidak beragama, tidak berpolitik, dan tidak pernah kuliah di fakultas dakwah.

Tentu ada juga grup yang isinya banyak 'bertengkar'. Sebenarnya seluruh anggota grup itu dari satu aliran keagamaan yang sama. Tapi secara politik mereka berbeda perahu.

Ketika ada yang mengajak agar mendukung partai A, banyak yang marah. Ada yang berpendapat baiknya ke partai B. Ada juga yang bilang baiknya ke partai C. Tentu ada yang berpendapat berikan saja kebebasan.

Serunya bukan main. Politik itu benar-benar memabukkan. Kontroversi di bidang politik benar-benar bisa dipakai untuk melupakan banyak isu: minyak goreng, antrean solar, dan IKN. Apalagi kenaikan BBM. Pun Ferdy Sambo.

Pertengkaran di satu grup ada yang sampai membuat mereka pecah. Saling ngambek. Bikin grup sendiri-sendiri. Dua-duanya memasukkan nama saya sebagai anggota.

Saya pun tidak pernah berniat mendamaikan pertengkaran itu. Pekerjaan sudah terlalu banyak. Maka saya pilih mengambil keuntungan dari pertengkaran itu: saya exit dari dua-duanya.

Alasan saya: tidak enak kalau saya memihak. Horeeee. Bebas. Merdeka. Bisa mengurangi jumlah grup di WA.

Tapi ada juga yang perlu saya kutip di sini:

⏰  YANG  ❤
Yang singkat itu : "WAKTU."
Yang menipu itu : "DUNIA."
Yang dekat itu : "KEMATIAN."
Yang besar itu : "HAWA NAFSU."
Yang berat itu : "AMANAH."
Yang sulit itu : "IKHLAS."
Yang mudah itu : "BERBUAT DOSA."
Yang sulit itu : "SABAR."
Yang sering lupa itu : "BERSYUKUR."
Yang membakar amal itu : "GHIBAH."
Yang berharga itu : "IMAN."
Yang menentramkan hati itu : "DZIKIR."
Yang mendorong ke neraka itu : "LIDAH."
Yang di tunggu ALLAH itu : "BERTAUBAT."
(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan 16 September 2022: Ratu Wushu

Gianto Kwee
Kwok Ratu Wushu ! Aku ikut bangga karena satu Marga dengan nyi, Kwok / Kwee

Kopi Hitam
Berarti anda berdua sama sama kerja di jasa Marga..?

Kediri Sport
Abah sok tau, wkwkwk

Jimmy Marta
Terutama Amerika, negara barat pd umumnya melihat pertandingan olahraga itu dari sisi tontonan. Misi mulia pelestarian budaya, warisan nenek moyang segala macam bukan urusan. Pokoknya kalau ditampilkan, dilombakan, dipertontonkan harus seru.

Makanya untuk beladiri yg berkembang disana jenis full body contack. Pertarungan bebas. Keras. Sedangkan yg berupa peragaan jurus kerapian teknik spt taolu di wushu, embu di kempo, kata di karate. Mareka anggap tidak seru. Kurang diminati.

Roziq Kurniawan
Dari sini saya baru tahu kenapa bos kapal api lebih suka mengurus wushu dari pada mengurus sepak bola ,, beda dengan bos media ,, maaf bercanda

Mbah Mars
Wus wus...wushu. artikel pagi ini mustinya tidak akan memancing pertengkaran. Yang hot dan semakin seru di Siapa Membunuh Putri. Ada istilah TERPEDO: Terowongan Penuh Dosa. Itu sejenis LAPENDOS: Laki-laki Penuh Dosa.

rid kc
Selamat berkompetisi di ajang wushu disway

thamrindahlan
Komeng  pelawak  berteman  bikshu /
Selalu gandengan ketika berjalan /
Baru awak tahu ada Ratu Wushu /
Juara pertandingan dan  hafal Al Qur'an /

Juve Zhang
Wushu hanya tarian gemulai .indah. tentu bukan seperti shao lin  asli yg tahan pukulan.tahan badannya di usung oleh tombak melayang di udara. Kepala nya tahan di benturkan oleh bata merah.sampai bata nya hancur. Untuk mencapai tingkatan itu tentu tidak bisa berlatih wushu. Inti kekuatan shaolim tak diajarkan keluar biara. Bruce lee saja yg gila wing chun sampai tega membohongi kawan kawan nya tidak ada latihan sehingga ilmu wing chun gurunya hanya buat dia saja.hasilnya adalah "one inch punch" khas wing chun yg hanya dikuasai oleh yg sudah kohot. Bruce Lee benar benar ahli kungfu bukan sekedar bintang film laga. Banyak yg menantang duel dan dilayani okeh B Lee semua kalah. Legenda !!!!!!.

Namu Fayad
Pernah dapat penjelasan katanya hubungan suami istri itu setara dengan mengelilingi tujuh kali lapangan bola. Jika dilakukan di malam Jumat bisa setara dengan perang melawan Yahudi. Olahraga kah itu?


Impostor Among Us
Di antara sekian banyak bidang olahraga beladiri itu, saya lah yang tidak pandai di salah satunya. Maka solusinya saya jangan cari musuh.

Agus Suryono
JUDULNYA RATU WUSHU..

1. Isinya tentang: RAJA WUSHU.

2. Dengan ditambahi dikit cerita tentang: RATU WUSHU..

@Abah ketularan "penyakit" MEDIA ONLINE.

Tapi baru Stadium 1.

Aman..

EVMF
"Wushu adalah olahraga baru: dirumuskan baru di tahun 1949." disway.id ??

Setahu saya : Wǔshù (武術) dirumuskan sebagai seni beladiri oleh Huò Yuánjiǎ (霍元甲) 1868-1910 ; dari gaya seni beladiri Mízōngyì (迷蹤藝). Konon Huò Yuánjiǎ dibunuh dengan racun arsenic.

Lukman bin Saleh
Lalu apa bedanya Sanda dg MMA? Sama2 pertarungan gaya bebas: tinju, kungfu, karate, gulat, silat, jadi satu. Kendati lebih menarik, MMA pun belum bisa masuk di Olimpiade. Saya rasa wushu harus memikirkan strategi lain....

Jimmy Marta
Semalam baca di disway juga. Rencana pemerintah/PLN yg sudah disetujui DPR. Ketua banggar menyebut pelanggan 450V akan dinaikkan daya jadi 900V. Yg 900 ke 1200V. Alasannya supaya over produk daya PLN terserap. Agar masyarakat tidak lagi ganti ganti cabut peralatan yg pakai listrik.

Itu disampaikan ketua banggar, wakil rakyat. Bukan PLN. Sekali lagi rakyat dipaksa ikut membayar "kekeliruan" salah hitung itu. Geleng geleng kepala aja dah...

yea aina
Dari seorang atlet, kita bisa belajar sikap sportivitas. Sikap adil/jujur mengakui keungggulan lawan bertanding, sekaligus legowo menerima kekalahan/kelemahan diri sendiri. Menyadari kelemahan sebuah awal baik, untuk lebih fokus berbenah.

Walaupun mundur dikala menyandang juara, lebih dikenang sepanjang masa. Tetaplah mundur juga, dikala juara sulit diraih. Toh menjadi ratu sekalipun ada masanya berhenti juga, anda sudah tahu.

Lukman bin Saleh
Untuk Bung Ari Widodo. Bukan tidak mau tabayun dg Eko Kuntadhi. Tapi rekam jejaknya sudah sangat jelas. Tidak ada keraguan lagi. Ya memang begitulah dia selama ini. Ekstrimis liberal. Pemecah belah persatuan bangsa macam Ade Armando atau Abu Janda.

Untuk komentar sy terhadap P Pry. Jangan hawatir. Karena satu dan lain hal, saya pada beliau memang begitu. Khusus untuk beliau.

Bahwa sya adalah ekstrimis anti ekstrimis liberal. Sepertinya saya setuju dg penilaian anda. Karena untuk ekstrimis2 yang lain sudah di tangani dg baik oleh negara ini.

Ekstrimis liberal ini tidak kalah bahaya. Membahyakan persatuan kita sebagai sebuah bangsa yg majemuk. Karena mereka ini seperti orang munafik. Paling kencang teriak Pancasila, paling keras menyuarakan persatuan, kebhinekaan. Tapi mereka sendiri mengacak persatuan dan kesatuan itu. Tidak menghormati perbedaan. Menganggap fikirannya yg paling benar. Menyulut api kebencian dan permusuhan di mana-mana...

Rihlatul Ulfa
Yang berhasil jadi komentar pilihan Abah. bukan berarti apa yang anda ungkapkan sealu benar.

beberapa saya melihat komentar pilihan yg isinya pemikiran yg salah. kenapa kok jadi komentar pilihan? menurut saya, mungkin Abah mau ngasih tau 'ini nih lihat, dia salah dalam pemikiran tentang topik itu' dan ada memang komentar-komentar pilihan yg komentarnya memang briliant. memberikan ilmu baru bagi pembaca, pemecahan masalah dll.

tapi jangan langsung sombonglah jika anda berhasil beberapa kali menjadi komentator pilihan. buatlah anda terkenal di mata Abah karena ilmu anda, bukan pansos.

saya bisa menembus jadi komentar pilihan aja butuh waktu setengah tahun. belajar dari komentator-komentator hebat di Disway sebelumnya. jangan suka mematikan orang dengan kata 'merasa paling benar' 'tidak mau kalah' ya mungkin memang ilmunya beliau banyak. cara kita adalah belajar banyak ilmu lagi. biar kita gak cuma bisa ngomong di perdebatan yg kalah dengan kalimat 'ah diamah emg selalu merasa paling benar'

Rihlatul Ulfa
Saya rindu dengan para senior komentator-komentator Disway dulu. yang selalu bikin ngakak tapi ada ilmunya. yg saling ga senggol menyenggol, gak ada yg saling menghakimi.kemana ya para senior itu sekarang? rasanya saya akan lihat arsip CHD tahun lalu. sekarang komentator-komentator Disway banyak yg terlalu serius. males jadinya.

Fauzan Samsuri
Hidup adalah pilihan dan kita akan menerima konsekuensi dari pilihan itu. Zaidan dan Lindswell Kwok telah membuat pilihan itu. Semoga apa yang mereka pilih dapat memberikan kebaikan bagi hidupnya ke depan, dan terutama untuk Sang Ratu semoga istiqomah

Johan
Orang barat (AS) tidak suka Wushu. Mereka lebih suka berenang. Karena itu cabang renang di Olimpiade memperebutkan 37 medali emas. Cabang olahraga satu-satunya yang memungkinkan seorang atlet memperoleh 8 medali emas dalam satu event olimpiade. Bandingkan dengan cabang atletik yang "hanya" memperebutkan 48 medali emas dengan banyak jenis perlombaan didalamnya.

Pryadi Satriana
"The truth shall make you free. Kebenaran itu akan membebaskanmu. 'Kebenaran' harus dicari. Menggunakan 'akal budi'. Manusia punya 'akal budi'. Punya 'hati nurani.' 'Hati nurani' dalam bhs Inggris disebut 'conscience' ('con'='together', bersama & 'science'=pengetahuan), 'pengetahuan bersama', 'kesadaran universal', misalnya bahwa 'nyolong itu ndhak baik, menuduh orang asal 'njeplak' tanpa bukti itu juga ndhak betul.) Karena punya 'akal budi' & 'hati nurani', manusia punya kesadaran akan 'Yang Mahatinggi', yang patut disembah. 'Ritual penyembahan kuno' diwarnai dg 'pesta seks', sejak dulu seks disebut 'surga dunia'. Praktik ini dilakukan kaum 'pagan', sebutan lain utk 'kafir', orang2 yg tidak mengenal Allah. Di era Islam, 'kafir' dipakai utk menyebut 'non-muslim', termasuk Yahudi. Ini jelas balas dendam. Sebelumnya, bangsa Yahudi - keturunan Ibrahim, Ishak, dan Yakub - menyebut orang2 selain Yahudi  sbg 'goyim' (bangsa2 kafir). Penyebutan 'orang2 Yahudi' sebagai 'kafir' jelas2 ndhak konsisten! Bagaimana mungkin 'orang2 Yahudi' disebut 'kafir' sedangkan Al-Qur'an sendiri menyebut Allah dg sebutan 'Allah Ibrahim, Ishak, dan Yakub'? Adalah fakta sejarah bahwa Ibrahim, Ishak, dan Yakub adalah nenek moyang bangsa Yahudi. Bukankan orang Arab sendiri menyebut mereka keturunan Ismael dan bukan keturunan Ishak?

Silakan direnungkan dg akal sehat.

Sehat selalu. Salam. Rahayu.

Johan
Sementara itu Wushu di negara asalnya sendiri yaitu Tiongkok, justru memasuki tahap persaingan yang mengkhawatirkan. Terlalu banyak unsur gerakan akrobatik yang dimasukkan ke dalam peragaan Wushu, yang tidak kita temukan itu di ajang Internasional. Ini kontraproduktif dengan misi menduniakan olahraga Wushu. Sampai banyak praktisi lama Wushu, salah satunya Jet Li, terang-terangan mengkritik bahwa Wushu di Tiongkok semakin jauh dari esensinya.

Sumber: