Inflasi Amerika Bulan Agustus Melandai, Namun Masih Jauh Dari Target The Fed

Inflasi Amerika Bulan Agustus Melandai, Namun Masih Jauh Dari Target The Fed

Ilustrasi Inflasi Amerika Serikat (Pixabay)--

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Amerika Serikat (AS) pada bulan Agustus 2022 dilaporkan mulai melandai. 

Tercatat nilai inflasi Amerika bulan Agustus 2022 sebesar 8,3 persen. Meski melandai, namun nilai itu masih jauh dari target Bank Sentral Amerika Federal Reserve atau The Fed. 

(BACA JUGA:Menkeu Wanti-wanti BI Berhati-hati Melakukan Pengetatan Moneter, Jangan Sampai Bikin Perekonomian Jadi Ambyar)

(BACA JUGA:GAPPRI: Pungutan Negara Langsung Terhadap Industri Hasil Tembakau Sudah di Atas Nilai Keekonomian)

Dilansir Bloomberg, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) AS naik 8,3 persen pada Agustus 2022 dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). 

Inflasi AS ini lebih rendah dari bulan Juli 2022 yang mencapai 8,5 persen yoy. Dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom), inflasi AS mencapai 0,1 persen.

Adapun IHK inti, yang menghilangkan komponen makanan dan energi yang lebih mudah berubah, naik 0,6 persen mom dan 6,3 persen yoy.

Angka inflasi ini atas proyeksi ekonom dalam survei Bloomberg yang memperkirakan IHK AS naik 8,1 persen pada Juli. Adapun CPI inti diperkirakan naik 6,1 persen. 

(BACA JUGA:Investor Harap-harap Cemas Menanti Data Inflasi Amerika, Harga Emas Bergerak Mendatar)

(BACA JUGA:Update Harga Emas Antam 14 September 2022, Merosot Rp 8.000 Per Gram)

Sebelumnya, laporan pemerintah AS memperkirakan IHK AS naik 8 persen year-on-year (yoy) pada bulan Agustus 2022. Sementara itu, IHK inti diperkirakan akan naik sebesar 6,1 persen.

Data inflasi AS akan membantu membentuk pandangan pejabat The Fed mengenai keputusan untuk memacu kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi. 

Sebelumnya, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan masih membuka segala kemungkinan mengenai kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) pada akhir pertemuan 20-21 September mendatang. 

Di sisi lain, inflasi yang tinggi sebenarnya berarti biaya pinjaman yang lebih tinggi dan memperlambat permintaan.

Sumber: