Dosen Universitas Esa Unggul Gelar Program Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Tangerang

Dosen Universitas Esa Unggul Gelar Program Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Tangerang

--

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Gizi dan pertumbuhan anak usia sekolah serta kesehatan mentalnya sangat perlu diperhatikan terlebih di masa pandemi COVID19.

Untuk itu, Prodi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul berkolaborasi dalam program pengabdian masyarakat (Abdimas) dengan tema 'Peningkatan Kemampuan Guru dan Orang Tua dalam Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak' yang dilakukan di SDN Kedaung Barat 1, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

(BACA JUGA:Universitas Esa Unggul Jadi Tuan Rumah Lokakarya UIGreenMetric LLDIKTI III 2022)

(BACA JUGA:Universitas Esa Unggul Sabet Medali di Kejuaraan Kempo se-DKI Jakarta 2022)

Dudung Angkasa, S.Gz., M.Gizi., RD, salah satu dosen yang mengikuti kegiatan ini mengatakan, Abdimas ini dilakukan sebagai wujud implementasi aktif demi terwujudnya peningkatan pemahaman para orang tua murid dan juga para guru di sekolah dalam memantau dan memperhatikan pertumbuhan fisik maupun perkembangan mental anak usia sekolah di Indonesia.

Dudung pun menyampaikan pentingnya peran orang tua dan guru secara bersama dalam memantau pertumbuhan anak.

"Anak usia lima hingga sembilan tahun, sering dikira tidak bertumbuh karena kecepatan pertambahan tinggi badannya hanya 6 sentimeter per tahun atau setengah sentimeter per bulan. Jadi kalau diukur per bulan tidak sering tidak terlihat apalagi kalau cara mengukurnya tidak akurat," ucapnya.

Sementara itu, Yuli Azmi Rozali, M.Psi, Psikolog yang juga selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul dalam menyampaikan materi 'Perkembangan Anak' yang berfokus pada asuhan dan perkembangan mental anak usia sekolah (AUS).

(BACA JUGA:Pemanasan Global Picu Munculnya Wabah? Ini Penjelasan Ahli Mikrobiologi Universitas Esa Unggul)

“Pola pengasuhan yang permisif membuat anak bisa menjadi pelaku bullying, bisa jadi criminal nanti dan tidak memiliki kepedulian saat teman ataupun orang tuanya yang sakit," tuturnya.

Peserta Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari guru, orang tua dan siswa selain diberi penyampaian materi, juga diajak diskusi tentang gaya pengasuhan yang dapat memacu perkembangan anak yang optimal serta didemontrasikan cara melakukan pengukuran berat dan tinggi badan yang akurat.

Peserta menunjukkan antusias yang tinggi dan keinginan untuk mengimplementasikan materi yang didapatkan dari narasumber.

Di penghujung acara juga dilakukan penyerahan hibah timbangan untuk SDN Kedaung Barat 1 yang diharapkan bisa dijadikan sebagai alat untuk memantau pertumbuhan fisik anak usia sekolah di SD tersebut dan mendukung terwujudnya program UKS (usaha kesehatan sekolah).

Sumber: