Alasan Mengapa Orang Asia Lebih Rentan Darah Tinggi

Alasan Mengapa Orang Asia Lebih Rentan Darah Tinggi

Darah Tinggi, Image oleh Alexandra_Koch dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Penyebab orang darah tinggi itu disebabkan oleh beberapa faktor. Ada yang keturunan, ada juga yang disebabkan oleh pola hidup yang buruk.

Pola hidup yang buruk yang dimaksud di sini adalah kebiasaan orang makan yang asin-asin.

Padahal menurut ahli, orang Asia, seperti kita orang Indonesia sebenarnya tidak akur dengan makanan yang tinggi kandungan garamnya.

(BACA JUGA:Darah Tinggi Penyebab Utama Orang Kena Stroke, Sebab Itu Penting Mengontrolnya)

Ketika kita mengkonsumsi makanan asin secara berlebihan, maka efeknya adalah tekanan darah yang langsung melonjak.

Ketika tekanan darah melonjak tinggi, hal ini bisa ditandai dengan jantung yang tiba-tiba berdebar kencang.

"Makanan yang bisa membuat mendadak darah tinggi adalah makanan asin. Orang Asia sangat sensitif kepada garam, ini ada dari faktor genetik dan ras," kata dr. Eka Harmeiwaty Sp.S.

Menurut Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita itu, hal inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa organisasi kesehatan dunia WHO, menganjurkan orang untuk membatasi konsumi mereka akan garam atau makanan asin.

Dan selain karena tinggi konsumsi garam, salah satu penyebab orang darah tinggi itu menurut dr. Eka, adalah defisiensi kalium.

“Satu lagi yang dapat menyebabkan hipertensi adalah konsumsi kalium yang rendah,” ungkapnya.

Penderita Darah Tinggi Berpotensi Alami Pikun

Penderita darah tinggi berpotensi alami pikun atau demensia di kemudian hari, demikian kata Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S.

Hal itu disampaikan dr. Eka dalam sebuah diskusi online bertajuk “Waspada Hipertensi Merusak Otak” yang mengambil tempat di Jakarta.

Adapun dalam penjelasannya mengapa darah tinggi bisa menyebabkan orang kena pikun, kata dr. Eka, adalah dikarenakan oleh kerusakan yang terjadi pada saraf darah otak, serta penyempitan pembuluh darah berukuran kecil-kecil di otak.

"Sumbatan-sumbatan kecil-kecil ini biasanya lebih dominan di daerah memori itu, yang menyebabkan dia mengalami gangguan kognitif yang berlanjut sebagai demensia," ujar dr. Eka dalam diskusi daring “Waspada Hipertensi Merusak Otak” di Jakarta, Rabu.

Sumber: