2 Jurnalis Diduga Diintimidasi 3 Orang Tak Dikenal di Rumah Kadiv Propam, HP Dirampas, Hasil Liputan Dihapus

2 Jurnalis Diduga Diintimidasi 3 Orang Tak Dikenal di Rumah Kadiv Propam, HP Dirampas, Hasil Liputan Dihapus

Rumah Kadiv Propam Polri yang berada di Duren Tiga, Jakarta Selatan.-PMJ News-

JAKARTA, FIN.CO.ID - 2 jurnalis media massa diduga diintimidasi 3 orang tak dikenal dimana handphone (HP) dirampas hingga hasil liputan dari Rumah Dinas Kadiv Propam Polri dihapus.

Dua jurnalis tersebut diketahui tengah mengusut peristiwa penembakan Bharada E dan mendiang Brigadir J yang diduga melakukan pelecehan pada istri Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Rumah dinas tersebut diketahui lokasinya berada di kompleks Polri Duren Tiga No. 46 Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Saat tengah meliput, dua jurnalis ini mengalami intimidasi oleh tiga orang tidak dikenal di sekitar kejadian.

(BACA JUGA:Moeldoko Beri Pesan Penting Soal Aksi Baku Tembak Sesama Polisi)

Tiga orang tidak dikenal (OTK) diduga melakukan intimidasi terhadap dua orang jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik.

Intimidasi tersebut didapat oleh dua jurnalis di sekitar rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga RT 05/RW 01 No.46, Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan.

Salah satu dari jurnalis media portal terbitan Jakarta yang enggan diketahui identitasnya ini, mengaku, perlakuan semena-mena dari tiga orang tak dikenal.

Hal ini terjadi setelah wawancara video menggunakan telepon seluler dengan narasumber Ibu RT 05 dan seorang petugas kebersihan bernama Asep.

(BACA JUGA:Polisi Tangkap Pengedar Jaringan Internasional, Selidiki kemungkinan Adanya Sindikat Ibu-ibu Pengedar Sabu)

Dia bercerita, tak lama kemudian tiga orang tak dikenal (OTK) berbaju hitam dan berambut cepak memanggil Asep sebentar.

Namun tak sampai di situ, tiga orang itu kembali datang dari arah belakang jurnalis yang mengendarai sepeda motor dan menghentikannya. 

Jurnalis itu pun kaget dengan sikap orang tak dikenal yang tiba-tiba tanpa mengenalkan diri lalu merampas ponsel keduanya.

Tiga orang tak dikenal ini lalu memeriksa dan menghapus tanpa izin tiga video yang berisi rekaman liputan tentang kasus penembakan Brigadir J dan Bharada E.

Sumber: