2 Jurnalis Diduga Alami Intimidasi Saat Liputan di Rumah Kadiv Propam, Kadiv Humas Polri Angkat Bicara

2 Jurnalis Diduga Alami Intimidasi Saat Liputan di Rumah Kadiv Propam, Kadiv Humas Polri Angkat Bicara

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo-ist-antaranews.com

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo angkat bicara terhadap 2 jurnalis yang diduga alami intimidasi saat liputan kejadian penembakan sesama polisi di Rumah Dinas Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Dua jurnalis tersebut diketahui tengah mengusut peristiwa penembakan Bharada E dan mendiang Brigadir J yang diduga melakukan pelecehan pada istri Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Rumah dinas tersebut diketahui lokasinya berada di kompleks Polri Duren Tiga No. 46 Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Saat tengah meliput, dua jurnalis ini mengalami intimidasi oleh orang tidak dikenal di sekitar kejadian.

(BACA JUGA:Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo: Benar Katakan Benar, Salah Katakan Salah )

Atas peristiwa yang dialami dua jurnalis tersebut, Polri menyatakan bakal mengusut dugaan intimidasi yang dialami korban.

“Nanti akan diusut,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta.

Menurut Dedi Prasetyo, pihaknya bakal menindaklanjuti dengan menanyakan kepada Kapolres Jakarta Selatan AKBP Budhi Herdi Susianto terkait informasi tersebut.

“Coba saya tanyakan ke Kapolres Jakarta Selatan,” tutur Dedi, Kamis (14/7/2022).

(BACA JUGA:Komnas HAM Turun Tangan Selidiki Baku Tembak di Rumah Dinas Kadiv Propam, Bakal Minta Keterangan Ferdy Sambo)

Dedi Prasetyo pun meminta agar wartawan tidak menduga-duga terkait tiga orang tidak dikenal yang diduga mengintimidasi dua jurnalis saat meliput di area Komplek Polri Duren Tiga adalah anggota Polri.

Kadiv Humas Polri itu juga meminta agar wartawan yang mengalami intimidasi tersebut dapat membuat laporan ke kepolisian terdekat agar peristiwa bisa menjadi terang benderang.

Selain itu, tambah Dedi Prasetyo, laporan yang dilayangkan nantinya bisa mengetahui siapa ketiga orang tidak dikenal tersebut.

“Ojo mengandai-mengandai kalau belum jelas. Biar buat laporan aja ke Jaksel biar jelas sekalian,” jelas Dedi..

Sumber: