Indonesia Bahas Kerjasama Produksi Vaksin dan Barang Elektronik dengan Jerman

Indonesia Bahas Kerjasama Produksi Vaksin dan Barang Elektronik dengan Jerman

Ilustrasi produksi vaksin--(fernando zhiminaicela/Pixabay)

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pemerintah Indonesia akan menjajaki peluang kerjasama industri dengan Jerman. 

Sejumlah potensi kerjasama yang akan dibahas terkait produksi vaksin, industri semikonduktor dan pengembangan industri 4.0. 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat menyambut kedatangan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

(BACA JUGA:Pakistan Target Ekspor CPO dan Minyak Goreng)

Dikatakan Agus kedatangan Steinmeier ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun selain itu, Steinmeier juga akan menghadiri beberapa agenda terkait pengembangan kerja sama industri antara Jerman-Indonesia.

Termasuk pengembangan digitalisasi, infrastruktur, dan sustainability.

(BACA JUGA:Menperin Peringati 24 Produsen karena Belum Distribusikan Minyak Goreng Curah Bersubsidi )

"Selanjutnya Presiden Steinmeier akan mengunjungi Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0) untuk dua agenda. Pertama, menghadiri German-Indonesia Business Round Table dan meninjau PIDI 4.0 yaitu fasilitas pengembangan implementasi Industri 4.0 yang dibangun oleh Kementerian Perindustrian,” ujar Agus dalam keterangannya, Kamis, 16 Juni 2022.

Disampaikannya, dalam pertemuan round table antara pelaku bisnis Indonesia-Jerman akan dibahas peluang kerja sama, terutama di bidang industri.

“Kami melihat bahwa peluang kerja sama di sektor manufaktur yang dapat dikembangkan Indonesia dan Jerman meliputi industri semikonduktor, produksi vaksin, serta pengembangan Industri 4.0,” jelasnya.

Di bidang industri semikonduktor, peluang investasi tercipta karena Indonesia merupakan pasar elektronika dan produk jadi elektronika. Selanjutnya, sumber daya manusia serta sumber daya alam di Indonesia merupakan potensi besar dalam pengembangan industri semikonduktor.

Sedangkan pada produksi vaksin, terdapat perusahaan-perusahaan farmasi antara lain PT Bio Farma (persero) dan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia yang merupakan produsen vaksin di Indonesia.

Kerja sama produksi vaksin diharapkan dapat mendorong transfer teknologi untuk pengembangan vaksin dan produksi vaksin bersama yang akan menguntungkan kedua pihak dan berkontribusi pada pemulihan pandemi global.

Sumber: