Ragam . 02/11/2026, 18:48 WIB

ITPLN Siapkan Talenta Energi, Budaya K3 Jadi Kompetensi Wajib

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

fin.co.id – Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. Sebagai kampus transisi energi, ITPLN terus melakukan penyesuaian kurikulum, silabus, kegiatan akademik, serta penguatan kolaborasi dengan industri.

Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan, transisi energi tidak hanya membutuhkan lulusan dari bidang teknik elektro atau ketenagalistrikan. Bidang teknik sipil, lingkungan, geografi, digitalisasi, dan disiplin ilmu lainnya juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ekosistem energi masa depan.

Sehingga, ungkapnya, ITPLN telah menyiapkan lulusan tersertifikasi dan memperkuat pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai bagian dari kompetensi mahasiswa. Menurutnya, keselamatan tidak cukup hanya mengandalkan peralatan atau sistem yang dirancang aman. Kompetensi dan budaya keselamatan harus dibangun sejak seseorang masih berada di bangku kuliah.

“Teknologi tidak dengan sendirinya menciptakan keselamatan. Manusia yang kompetenlah yang menentukan. Karena itu, budaya K3 harus dibangun sejak mahasiswa,” ujar Iwa saat Customer Gathering PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi di Depok, Senin, 2 November 2026.

Dia mencontohkan, kebutuhan tenaga kerja untuk program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) mencapai 5,5 juta orang. Namun, tegasnya, talenta terampil di sektor PLTS ini baru terisi 10 ribu tenaga kerja

Diakuinya, 5antangan utama transisi energi bukan hanya pembangunan infrastruktur dan penguasaan teknologi, melainkan juga ketersediaan tenaga kerja yang kompeten, terampil, dan memahami standar keselamatan kerja.

“Di balik proses transisi energi dan perkembangan industri, yang paling penting adalah sumber daya manusia. Kita membutuhkan SDM yang kompeten untuk menjawab tantangan masa depan,” kata Iwa.

Besarnya kebutuhan tenaga kerja di sektor energi terbarukan ini, tuturnya, selaras dengan perubahan peta industri ketenagalistrikan. Indonesia sebenarnya telah lama mengembangkan energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan panas bumi atau geothermal serta lainnya. Namun, ketersediaan tenaga ahli di bidang energi terbarukan masih menjadi tantangan.

Iwa menuturkan, rencana pengembangan PLTS berkapasitas 100 GWp juga membutuhkan dukungan tenaga kerja dalam jumlah besar, mulai dari instalatur, perencana, operator hingga tenaga pemeliharaan.

“Kalau kebutuhan SDM mencapai 5,5 juta orang, sementara tenaga yang tersedia masih terbatas, ini menjadi tantangan besar. Karena itu, perguruan tinggi harus mengambil peran dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.

Untuk mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, ITPLN mengembangkan pendekatan pembelajaran 40:40:20. Skema tersebut terdiri atas 40 persen pembelajaran teori dan penguatan fondasi akademik, 40 persen pembelajaran berbasis proyek serta pemecahan masalah industri, dan 20 persen pengalaman langsung melalui keterlibatan praktisi maupun industri.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa menghadapi persoalan nyata di dunia kerja. ITPLN juga membuka ruang bagi perusahaan untuk memberikan masukan terhadap kurikulum, menyampaikan kebutuhan kompetensi, serta terlibat dalam pengembangan pembelajaran berbasis kasus.

“Kami ingin mata kuliah yang dikembangkan benar-benar relevan dengan persoalan industri. Karena itu, kami mengundang Bapak dan Ibu dari industri untuk memberikan masukan terhadap kurikulum yang kami susun,” kata Iwa.

Selain memperkuat kurikulum, ITPLN mendorong kolaborasi strategis dengan PLN dan perusahaan sektor energi melalui program magang, rekrutmen lulusan, sertifikasi, serta pengembangan kompetensi bersama.

Iwa menyebut kepercayaan PLN terhadap ITPLN menjadi modal penting dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri ketenagalistrikan.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id