Iklan
Iklan
Catatan Dahlan Iskan

Murah Rukun

''Perang'' asap dan gas akan selesai oleh waktu. ''Perang'' jalur internet agak ruwet: bisa merugikan Indonesia –termasuk di mata dunia.

Murah Rukun

Berdagang tanpa lewat broker Singapura pun tidak usah diniatkan untuk menghajar Singapura. Untuk apa. Hanya bikin sakit hati orang lain. Cukuplah niatnya suci: murni mencari nilai tambah sebanyak-banyaknya untuk kepentingan diri sendiri.

Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) bulan Mei lalu –tepat di hari Kebangkitan Nasional– rasanya untuk itu: agar pemilik kebun kelapa sawit tidak bisa menjual minyak sawitnya ke perusahaan mereka sendiri di Singapura, lalu menjual ke negara lain dengan harga lebih mahal.

Pun para pemilik tambang batu bara dan tambang lainnya.

Temukan lebih banyak

Berita aktual terpercaya

Langganan berita digital

Analisis berita mendalam

Berita nasional terbaru

Berita internasional terkini

Harusnya tinggal dua bulan lagi masa transisi PT DSI berakhir. Tanggal 1 Januari 2027 seluruh ekspor hasil bumi harus lewat DSI –kalau jadi.

Mungkin Singapura tidak hanya perlu bergegas membangun nuklir, tapi juga membangun kabel bawah laut baru dari Singapura ke Australia lewat Filipina dan Papua Nugini. Semoga tidak ada konflik masa depan dengan Filipina.

Atau dari Singapura, Sri Lanka, Australia. Jauh sekali tapi lebih aman –asal tidak ada konflik masa depan dengan Sri Lanka.

Jepang tidak punya persoalan itu. Antara Jepang-Amerika digelar banyak sekali kabel bawah laut –melewati Samudera Pasifik– mampir di Hawaii. Pun antara Korea Selatan-Amerika. Juga antara Australia-Amerika.

Bagi Singapura ada gangguan di Banten pun sebenarnya bukan persoalan besar: Singapura-Australia bisa dialihkan lewat Hong Kong-Jepang-Hawaii-Australia. Atau kalau mau lebih dekat: Singapura, Filipina, Hawaii, Australia.

Jarak, bagi kabel optik sama sekali bukan masalah.

Berita Terkait