Catatan Dahlan Iskan . 23/10/2026, 06:49 WIB

Half Time

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

Kekuatan terbaik tentunya adalah kekuatan tekad untuk mau memperbaiki diri. Dalam hal ini perbaikan tata kelola Bursa Efek Indonesia.

Yang paling dipersoalkan MSCI adalah itu: transparansi di BEI –agar tidak ada investor saham yang tertipu. Juga soal penegakan hukum di sana: jangan sampai perusahaan yang go public melanggar aturan tapi tidak dilakukan tindakan. Termasuk soal perlunya lebih banyak saham yang diperdagangkan di lantai bursa. Jangan sampai terlalu kecil saham yang dilepas ke publik –itu pun diam-diam dibeli sendiri oleh pemiliknya lewat proksi.

Intinya MSCI menginginkan jangan sampai pembeli saham tertipu oleh trik para emiten. Juga jangan sampai pembeli saham mendapat harga tidak wajar akibat saham tersebut terlalu banyak digoreng.

MSCI itu lembaga bisnis. Perusahaan yang sudah go public di bursa saham New York.

Bisnis MSCI kian bagus kalau analisis sahamnya tepat. Bisa dipercaya. Dengan demikian para pembeli saham tidak perlu menganalisis sendiri mana saham yang baik dan mana yang buruk. Cukup memercayai analisis MSCI.

Pembeli saham di Amerika tidak kenal Indonesia. Juga tidak mau repot. Mereka cukup bertumpu pada MSCI. Karena itu MSCI marah kalau ada bursa efek di suatu negara tidak jujur –yang membuat analisisnya meleset. Kalau terlalu sering meleset banyak yang tidak mau pakai jasa MSCI.

Tentu soal MSCI hanya satu bagian kecil isi pidato. Masih banyak bagian lain yang menarik. Misalnya soal reshuffle kabinet.

Dari pidato ulang tahun itu terbaca bahwa reshuffle besar-besaran tidak akan terjadi. Presiden mengibaratkan permainan sepak bola. "Sekarang ini belum –presiden seperti kesulitan mengingat istilah 'turun minum' di pertandingan sepak bola– apa itu namanya.... half time".

Lalu Presiden menyebut tamsil yang terasa jenaka: pemain cadangan. Ini juga diambil dari istilah sepak bola. Sekarang ini, kata presiden, memang banyak pemain cadangan yang tidak sabar menunggu kapan mulai diturunkan ke lapangan.

Presiden pun minta agar mereka sabar menunggu saat yang tepat. Dan saat yang tepat itu adalah half time. "Half time-nya kan tunggu kalau sudah 2,5 tahun," ujar presiden.

Mungkin maksudnya bukan tepat di half time. Bisa jadi setelah half time.

Di sepak bola para pelatih jarang mengganti pemain saat half time. Yang terbanyak adalah setelah menit ke 70 –ketika waktu pertandingan tinggal 20 persennya.

Jadi, wahai para pemain cadangan, sabarlah. Agar tidak kecewa tunggulah ketika masa pemerintahan ini tinggal 20 persennya.

Entah sudah berapa skornya saat itu nanti. (Dahlan Iskan)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id