Ragam . 20/10/2026, 20:50 WIB
fin.co.id - Sivitas akademika Institut Teknologi PLN (ITPLN) melakukan kunjungan akademik ke Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN), Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Serpong, Tangerang Selatan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan kompetensi energi nuklir baik dosen, peneliti maupun mahasiswa.
"Kegiatan ini menjadi langkah untuk memperluas wawasan peneliti, dosen serta mahasiswa mengenai teknologi reaktor nuklir, keekonomian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), serta kajian pemilihan dan lainnya," ujar Ketua Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development (GINEST) ITPLN, Agus Puji Prasetyono di lokasi, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurutnya, kunjungan akademik bersama Nuclear Youth Forum (NYF) itu penting digelar untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan perkembangan riset teknologi nuklir nasional. Terlebih, ucapnya, pemerintah telah memasukkan pembangunan PLTN dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional
"Penguasaan teknologi nuklir membutuhkan pemahaman multidisiplin, mulai dari aspek keselamatan, rekayasa material, sistem pembangkitan, hingga analisis ekonomi dan keberlanjutan energi," katanya.
Diakuinya, pengembangan energi nuklir tidak cukup hanya dipahami dari teori di ruang kuliah. Dia menegaskan, peneliti, dosen hingga mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana riset dilakukan, teknologi dikembangkan, dan aspek keselamatan diterapkan.
"Interaksi dengan peneliti BRIN menjadi kesempatan untuk memperkuat kompetensi sekaligus membangun perspektif mengenai peran energi nuklir dalam mendukung ketahanan energi Indonesia,” ucap Agus.
Pihaknya berharap, BRIN bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk ITPLN dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan transisi energi seperti pengembangan nuklir. Melalui GINEST, tegasnya, ITPLN akan terus memperluas kajian mengenai teknologi nuklir dan pembangunan berkelanjutan, termasuk membuka peluang penelitian bersama, pengembangan keilmuan, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa.
Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir BRIN, Prof. Dr. Eng. Topan Setiadipura, S.Si., M.Si., menyambut baik kunjungan sivitas akademika ITPLN. Ia menjelaskan, PRTRN memiliki kompetensi penelitian material nuklir, termasuk pengujian pada temperatur tinggi dan lingkungan radiasi, serta akses terhadap berbagai fasilitas penelitian reaktor.
"Penguatan kompetensi tersebut, perlu didukung kolaborasi dengan perguruan tinggi agar hasil riset semakin relevan dengan kebutuhan pengembangan teknologi nasional," katanya.
Topan menilai penelitian bersama dapat berkontribusi terhadap kemandirian teknologi energi Indonesia. Salah satu prioritasnya ialah meningkatkan kemampuan nasional dalam menguasai material nuklir dengan mengoptimalkan pemanfaatan material produksi dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting untuk memperkuat kapasitas riset, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan mendorong penguasaan teknologi yang dibutuhkan Indonesia,” imbuhnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama antara PRTRN BRIN dan ITPLN dalam pengembangan penelitian serta peningkatan kapasitas akademik. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pertukaran pengetahuan, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah, serta penjajakan riset sesuai kompetensi dan fasilitas yang tersedia. Sinergi ini diharapkan mempertemukan kebutuhan pendidikan tinggi dengan kemampuan riset teknologi nuklir nasional.
Wakil Rektor IV ITPLN Bidang Pengembangan Usaha Strategis, Dr. Ir. M. Ahsin Sidqi, MM. IPU ASEAN Eng. QRGP, mengatakan kunjungan ke ORTN BRIN merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan sivitas akademika mengenai energi baru, khususnya teknologi tenaga nuklir.
"Kunjungan ini juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi dosen dan mahasiswa dalam memahami aspek teknis dan keekonomian PLTN, termasuk kajian pemilihan lokasi dan studi tapak (site selection and site study)," kata Ahsin.
Ahsin menegaskan, pembelajaran langsung di lingkungan riset nasional memberi mahasiswa kesempatan memahami tantangan pengembangan teknologi nuklir secara lebih menyeluruh. Selain teori dan perhitungan teknis, pengembangan PLTN membutuhkan kajian keselamatan, kesiapan infrastruktur, kondisi lokasi, serta pertimbangan ekonomi. Pemahaman tersebut penting untuk memperkaya proses pembelajaran dan mendukung pengembangan kajian lanjutan di lingkungan ITPLN. (*)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id