Pendidikan

91 Persen Siswa Indonesia Khawatir AI Membuat Mereka Bekerja Lebih Cepat, Tetapi Tidak Memahami Materi Secara Mendalam

Laporan terbaru HP Futures melibatkan lebih dari 6.000 siswa dan 58 pakar dari berbagai negara untuk mengkaji bagaimana sistem pendidikan dapat mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan dunia kerja.

91 Persen Siswa Indonesia Khawatir AI Membuat Mereka Bekerja Lebih Cepat, Tetapi Tidak Memahami Materi Secara Mendalam

Keterampilan tersebut perlu menjadi bagian inti pendidikan, bukan sekadar pelengkap atau kegiatan ekstrakurikuler.

Laporan ini juga merekomendasikan agar literasi, numerasi, dan pembelajaran yang membantu membentuk identitas siswa tetap menjadi fondasi pendidikan.

Pada saat yang sama, pendekatan kreatif dan praktik langsung perlu diterapkan agar siswa dapat menguasai kemampuan dasar sekaligus mengembangkan keterampilan yang akan terus dibutuhkan di masa depan.

Mayank Dhingra, Director & Global Head – Education Business and Strategy di HP, menambahkan, “HP Futures 2026 memberikan gambaran unik mengenai perspektif siswa secara global tentang keterampilan yang perlu mereka kuasai, serta dampak AI terhadap cara berpikir, kehidupan, dan prospek pekerjaan mereka.

“Yang paling mencolok, pelajar Indonesia menyampaikan bahwa meski merasa percaya diri menggunakan AI dan terbantu bekerja lebih cepat, mereka khawatir tidak memahami materi secara mendalam. Suara pelajar harus mendapat tempat yang kuat dalam diskusi, seiring sistem pendidikan menentukan arah kurikulum dan model penilaian ke depan,” tambah Mayank.

Laporan ini menegaskan bahwa keterampilan yang tetap relevan dalam jangka panjang harus menjadi bagian inti sistem pendidikan, bukan tambahan yang bersifat opsional.

Selain pendekatan baru dalam penilaian, laporan ini juga menyerukan dukungan yang lebih besar bagi para pendidik, yang tetap berperan sentral dalam membantu pelajar mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, yakni keterampilan yang kian dicari oleh dunia kerja.

Berdasarkan masukan lebih dari 6.000 pelajar dan 58 pemimpin pendidikan serta dunia kerja dari berbagai negara, laporan ini memaparkan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pemberi kerja untuk membantu mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang didukung AI.

Laporan lengkap HP Futures 2026 dapat diakses di: https://hpfutures.com/

Metodologi

HP Futures menyelenggarakan survei daring pada Mei hingga Juni 2026 dengan 6.206 responden pelajar dari 37 negara. Survei tersedia dalam bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, Indonesia, Italia, dan Arab. Usia responden berkisar dari di bawah 12 tahun hingga di atas 25 tahun, dengan 88% di antaranya berusia 12 hingga 17 tahun.

Laporan ini juga menghimpun 58 pakar terkemuka melalui serangkaian focus group discussion (FGD) dan wawancara tatap muka, serta menyusun sejumlah studi kasus praktis dari sekolah, universitas, perusahaan, LSM, dan sistem layanan publik di berbagai negara.

Berita Terkait