Dua Petani Perempuan Indonesia Raih 100 Women Heroes FAO 2026 di Roma
Dua perempuan Indonesia, Rulyantina dari Pandeglang, Banten, dan Istiqamah dari Aceh, menerima anugerah 100 Women Heroes dalam rangka International Year of the Woman Farmer 2026.
Ia turut mendukung penguatan kelembagaan petani, pemeliharaan standar kualitas, serta perluasan akses pasar internasional. Kopi yang dihasilkan koperasi tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Jerman, Jepang, dan Qatar.
Pengalaman Istiqamah menunjukkan pentingnya koperasi dalam memperkuat posisi tawar petani, menjaga mutu produk, dan menghubungkan hasil pertanian Indonesia dengan pasar global. Melalui kelembagaan ekonomi yang kuat, petani dapat membangun usaha secara kolektif, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan daya saing komoditas.
Istiqamah juga mendorong praktik budidaya kopi berbasis agroforestri berkelanjutan yang mendukung pelestarian hutan, kesehatan tanah, dan ketersediaan sumber daya air. Pendekatan ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani di tengah tantangan perubahan iklim, serangan hama, dan dinamika pasar.
Kiprahnya sekaligus memperlihatkan bahwa perempuan dapat mengambil peran strategis dalam kepemimpinan kelembagaan petani, pengembangan komoditas perkebunan, dan rantai perdagangan internasional.
Anugerah 100 Women Heroes dalam rangka International Year of the Woman Farmer 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam sektor pertanian dunia.
Penghargaan kepada Rulyantina dan Istiqamah menegaskan bahwa petani perempuan Indonesia memiliki kapasitas untuk menghadirkan inovasi, mengembangkan potensi lokal, memperkuat kelembagaan petani, serta membawa produk pertanian Indonesia semakin berdaya saing di pasar internasional.