Ragam

Hutama Karya Kejar Tol Sumatera, 982 Km Kini Sudah Beroperasi

JTTS telah mencapai 1.160 km hingga Agustus 2026, dengan 982 km beroperasi. Simak rencana Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang.

Hutama Karya Kejar Tol Sumatera, 982 Km Kini Sudah Beroperasi
JTTS telah mencapai 1.160 km hingga Agustus 2026, dengan 982 km beroperasi. Simak rencana Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang.

Bukan Sekadar Jalan Tol, Ada Dampak ke Ekonomi Sumatra

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pembangunan JTTS diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus menghadirkan manfaat yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Menurut Iwan, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah. Pada saat yang sama, pelaku usaha dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas.

Pengguna jalan juga diharapkan dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman.

"Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman. Manfaat inilah yang ingin terus kami hadirkan melalui dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan," ujar Iwan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan JTTS tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk menciptakan konektivitas yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

BAKN Soroti Efektivitas Pembangunan JTTS

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo menekankan pentingnya manfaat yang terukur dalam menilai efektivitas pembangunan infrastruktur.

Menurut Andreas, penelaahan terhadap JTTS bertujuan memastikan pembangunan mendapat dukungan perencanaan yang matang sekaligus pengelolaan sumber daya yang akuntabel.

"Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat," ujar Andreas.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan pembangunan JTTS tidak hanya terletak pada berapa kilometer jalan yang berhasil dibangun. Kualitas pelayanan, kelancaran transportasi, serta kontribusi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam melihat efektivitas proyek tersebut.

Jalan Tol Harus Terhubung dengan Sentra Ekonomi

Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron turut menyoroti potensi ekonomi yang berada di sepanjang koridor jalan tol.

Menurut dia, akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Keterhubungan tersebut dapat membuat manfaat infrastruktur semakin terasa bagi pelaku usaha dan masyarakat.

"Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," ujar Herman.

Berita Terkait