Ragam

Hutama Karya Kejar Tol Sumatera, 982 Km Kini Sudah Beroperasi

JTTS telah mencapai 1.160 km hingga Agustus 2026, dengan 982 km beroperasi. Simak rencana Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang.

Hutama Karya Kejar Tol Sumatera, 982 Km Kini Sudah Beroperasi
JTTS telah mencapai 1.160 km hingga Agustus 2026, dengan 982 km beroperasi. Simak rencana Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang.

fin.co.id - Pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kembali menjadi perhatian. PT Hutama Karya (Persero) mengungkap perkembangan terbaru proyek strategis tersebut saat menerima kunjungan kerja Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Pekanbaru, Jumat (2/10).

Kunjungan tersebut membahas tata kelola dan efektivitas pembangunan JTTS, termasuk pelaksanaan penugasan pemerintah, akuntabilitas pengelolaan infrastruktur, hingga manfaat jalan tol terhadap masyarakat dan perekonomian di Sumatra.

Angka terbaru menunjukkan skala pembangunan JTTS yang terus berkembang. Hingga Agustus 2026, Hutama Karya mencatat sekitar 1.160 kilometer jalan tol telah terbangun, sedangkan sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Artinya, pembangunan jaringan tol di Sumatra terus bergerak untuk memperkuat konektivitas antardaerah. Selain memudahkan mobilitas masyarakat, jaringan tersebut juga diarahkan untuk mendukung distribusi barang dan memperluas akses menuju berbagai pusat kegiatan ekonomi.

JTTS Tembus 1.160 Km, Pembangunan Dilakukan Bertahap

Hutama Karya menjelaskan bahwa pembangunan JTTS berlangsung secara bertahap. Perusahaan menyesuaikan pelaksanaan proyek dengan kesiapan masing-masing proyek dan pendanaan.

Di sisi lain, kebutuhan konektivitas serta manfaat setiap koridor juga menjadi pertimbangan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanya mengejar panjang jalan tol, tetapi juga memperhatikan fungsi setiap ruas bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Perusahaan juga terus memperkuat tata kelola pembangunan. Upaya tersebut mencakup penyempurnaan prosedur studi kelayakan, penyusunan kajian risiko, serta peningkatan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Langkah ini menjadi penting karena pembangunan jalan tol membutuhkan perencanaan proyek dan pendanaan yang matang. Hutama Karya ingin memastikan prioritas pembangunan tetap selaras dengan kebutuhan investasi serta kesiapan pendanaan.

Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang Masuk Persiapan

Bukan cuma ruas yang sudah terbangun dan beroperasi, Hutama Karya juga menyiapkan pengembangan koridor baru.

Perusahaan menyampaikan persiapan pengembangan Jambi-Rengat dan Pekanbaru-Padang sesuai tahapan kesiapan proyek dan skema pengusahaannya.

Untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, Hutama Karya juga menyiapkan sejumlah alternatif pendanaan. Dua skema yang disebut antara lain Pembayaran Berkala Berbasis Layanan dan asset recycling.

Asset recycling merupakan pemanfaatan nilai aset yang sudah beroperasi untuk mendukung investasi berikutnya. Skema tersebut menjadi salah satu alternatif untuk menjaga kesinambungan pengembangan jaringan JTTS.

Pengembangan jaringan juga diarahkan untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi. Dengan konektivitas yang semakin baik, distribusi barang dapat berjalan lebih lancar dan akses pasar bagi pelaku usaha dapat semakin luas.

Berita Terkait