Sport

Bahlil Bahlil

Kabinet kita yang gendut kian tambun saja: ada nomenklatur baru di reshuffle kabinet Merah Putih kemarin. Dibentuk kemenko baru: hilirisasi dan transisi energi. Ada pula tambahan wakil menteri di banyak kementerian.

Bahlil Bahlil
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi.--Setpres

Oleh: Dahlan Iskan

Kabinet kita yang gendut kian tambun saja: ada nomenklatur baru di reshuffle kabinet Merah Putih kemarin. Dibentuk kemenko baru: hilirisasi dan transisi energi. Ada pula tambahan wakil menteri di banyak kementerian.

Bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diganti memang sudah waktunya. Bahwa yang menggantikannya adalah Komjen Suyudi Ario Seto adalah kejutan. Respons publik umumnya sangat positif. Ia salah satu jenderal yang netral dari perkubuan mana pun.

Listyo Sigit sendiri mendapat akomodasi yang memadai: menjadi kepala staf presiden (KSP).

Itu posisi yang sangat penting: sama dengan west wing-nya Gedung Putih. KSP seharusnya menjadi pemegang dashboard kepresidenan: apa saja program presiden yang sudah jalan, setengah jalan, dan tidak jalan.

KSP punya wewenang memanggil para menteri, utamanya yang membuat program presiden tidak jalan.

Itu kalau KSP difungsikan seperti west wing. Bisa juga KSP tidak diberi wewenang apa-apa. Semua itu tergantung pada presidennya.

Ups.... Kadang bisa juga tergantung dari orang yang menjabat.

Saya mengamati: ada tipe orang yang diberi jabatan apa pun tetap menonjol. Termasuk ketika diberi jabatan ''buangan''.

Ada juga tipe orang yang diberi jabatan penting pun tidak banyak berbuat.

Presiden Prabowo ternyata mendengar apa yang disuarakan dengan riuh di media: agar mengganti Menteri Luar Negeri Sugiono. Untuk selanjutnya kita akan melihat Sugiono tergolong tipe orang seperti apa. Apakah jabatan barunya, menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, lebih membuatnya berfungsi.

Kita tidak pernah mendengar apa saja kiprah menko PMK yang digantikan Sugiono: Prof Dr Pratikno.

Sebelum menjabat menko, beliau dua periode menjadi mensesneg-nya Jokowi. Anda sudah tahu: beliau juga mantan rektor Universitas Gadjah Mada.

Bahwa jarang muncul di media, mungkin karena beliau tergolong tipe orang yang rendah hati, low profile dan sedikit bicara banyak kerja. Sesekali nama Pratikno muncul di media kaitannya dengan ijazah S-1 kehutanan Presiden Jokowi.

Pratikno dicopot begitu saja. Tidak ada jabatan ''hiburan'' yang diberikan kepadanya. Atau, mungkin saja diberi tapi ditolak. Dengan berpikir positif seperti itu setidaknya tidak perlu berburuk sangka bahwa di reshuffle ini dua anggota "Geng Solo" dicopot.

Berita Terkait