Mister HH
Di depan gerai Cap Tikus saya disalami penumpang yang akan satu pesawat menuju Makassar. Kami memang sama-sama mengejar pesawat terpagi dari Manado.
"Hati saya Indonesia. Saya cinta Indonesia," ujarnya sambil memukul-mukul dada.
Sasa, host Dismorning kaget tiba-tiba dapat narasumber bule. Dadakan. Padahal hari itu Sasa ingin mengajak saya bicara soal Paputungan, lokasi wisata baru dekat Manado yang belum sepenuhnya jadi itu.
Selesai podcast petugas boarding sudah selesai melayani antrean terakhir. Pas sekali. Manajemen waktu yang perfect. De Yong pun menawarkan jasanya: saya diminta duduk di kursinya, ia duduk di kursi saya. Itu agar saya bisa melanjutkan obrolan dengan Double H selama penerbangan Manado-Makassar. Kursi, bagi De Yong, tidak harus dipertahankan mati-matian. Bisa untuk saya duduki.
Sebagai orang yang sukses berbisnis green energy di Inggris Double H juga ingin Indonesia masuk ke dunia solar cell. "Logika sederhananya: kalau di Inggris saja bisa sukses di Indonesia harus sukses besar," katanya. "Di Inggris itu miskin matahari. Di Indonesia cahaya matahari berlimpah-limpah," tambahnya.
Mulailah Double H merancang bisnis solar cell di Indonesia. Ia pun mulai berhubungan dengan birokrasi di Bali dan di Jakarta. Ternyata tidak mudah. Tapi ia tidak menyerah. Ia yakin logika di atas juga dimiliki orang-orang Indonesia: Inggris yang miskin matahari saja ngotot menggalakkan solar cell, mestinya semua orang Indonesia juga punya logika yang sama.
Sulit.
Setelah lima tahun berusaha Double H menyerah. Tidak mau lagi meneruskan proyek solar cell-nya. Sekarang ia sudah melupakannya. Padahal ia punya banyak waktu. Perusahaannya yang di Inggris lebih banyak diurus oleh adiknya. Itu memang perusahaan peninggalan almarhum ayah mereka. Generasi keduanya berhasil membuat perusahaan itu kian maju.
"Sering ke Manado?" tanya saya.
"Kalau ke Manado naik pesawat baru sekali ini," jawabnya. "Kalau naik kapal sudah sering," tambahnya.
Mister Double H ternyata seorang pencinta laut. Ia sudah biasa naik kapal pinisi ke berbagai kota di Indonesia Timur. Ia pernah dari Bali ke Manado lewat Wakatobi. Pernah juga lewat Ternate. Lewat mana saja. Kapal pinisi adalah kendaraan umumnya.
"Sejak kapan mulai cinta laut?"
Baca Juga
"Masa kecil saya di pinggir laut," jawabnya.
"Kan, Anda tadi bilang lahir di London Barat. Tidak jauh dari markas Chelsea...."
"Memang, tapi masa kecil saya di Uni Emirat Arab," katanya.
"Jadi, Anda bisa bahasa Arab?" tanya saya dalam bahasa itu.
Berita Terkait
Mister HH
Doa Mahjong